PELAKSANA Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta Satpol PP untuk melakukan pendekatan secara persuasif ke masyarakat. Apalagi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro. Hal tersebut diungkapkan Andi Sudirman pascakejadian di Kabupaten Gowa.
“Harus humanis. Saya rasa Pak Bupati (Gowa) bisa turun tangani ini lakukan pembinaan,” ujar Andi Sudirman, Kamis (15/7).
Menurut ASS, Sulsel tidak dalam posisi PPKM darurat. Hanya mikro. Sehingga cukup dilakukan dengan teguran saja. Tidak perlu dengan kekerasan.
“Kita ini konsepnya PPKM mikro, bukan darurat. Kalau darurat ketat sekali memang. Makanya, kita perlu humanis ke masyarakat. Sudah banyak contoh di daerah lain,” tuturnya
Sebelumnya, razia PPKM di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan berlangsung ricuh. Anggota Satpol PP terlibat perkelahian dengan perempuan hamil dan suaminya.
Peristiwa ini viral di media sosial. Warganet geram dan mencari tahu siapa oknum Satpol PP yang dituding tidak persuasif dalam menegakkan aturan itu.
Perihal kejadian yang viral itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sulsel Mujiono, berharap anggota Satpol PP yang berada di lapangan untuk lebih persuasif lagi. “Semua harus dilakukan dengan tenang,” katanya singkat.
Anggota DPRD Sulsel juga mengomentari peristiwa tersebut. Legislator Partai Golkar Sulsel Fachruddin Rangga, mengatakan dalam setiap penertiban harus ada pendekatan kemanusiaan. Tidak perlu dengan cara kekerasan, apalagi pemukulan.
“Sangat disayangkan cara arogansi yang ditunjukkan aparat Satpol PP. Seharusnya kalau dianggap melanggar, konsekuensinya adalah sanksi. Jangan menggunakan kekerasan fisik karena itu bukan cara yang baik,” jelas Rangga yang terpilih dua periode melalui daerah pemilihan Gowa dan Takalar ini, Kamis (15/7).
Legislator Partai Perindo Sulsel Anzar Zainal Bate yang dimintai komentarnya, mengaku baru melihat video yang beredar. ”Saya belum bisa komentar soalnya videonya baru saja lihat tadi pagi,” ujar mantan ketua DPRD Gowa ini. (jun-rif)
