RANTEPAO, BKM–Anggota Fraksi PDIP DPR RI, Sarce Bandaso Tandiasik baru saja meninjau pembangunan Irigasi Tersier di Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, Toraja Utara.
Kunjungan kerja didapil (Kundapil) 3 Sarce Bandaso meliputi kabupaten Luwu Raya, Toraja Utara, Tana Toraja, Enrekang, Pinrang, dan Sidrap.
Sarce Bandaso mengatakan bila Irigasi menjadi kebutuhan yang mendesak bagi petani di Tikala agar dapat mengairi sawah guna meningkatkan produksi beras. “Irigasi itu anggarannya bersumber dari dana aspirasi saya di Komisi V DPR RI,”ujar Sarce Bandaso.
Menurutnya, program pembangunan irigasi tersier mendukung Sulawesi Selatan sebagai penyangga produksi beras nasional agar tetap tangguh pangan.
Sarce Bandaso tidak menampik jika jaringan irigasi tersier tingkat usaha tani (JITUT) adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air, irigasi dalam petak tersier yang terdiri dari saluran tersier, saluran kwarter dan saluran pembuang, boks tersier, boks kwarter serta bangunan pelengkapnya pada jaringan irigasi pemerintah.
“Keunggulan irigasi tersier adalah meningkatkan hasil usaha tani dengan memperhatikan pengelolaan sumber daya air,”jelasnya.
Sarce menambahkan bila upaya tersebut diprogramkan oleh Kementerian Pertanian yakni RJIT (Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier). Program RJIT memberikan dampak positif peningkatan produksi pertanian di Indonesia.
Regulasi irigasi tersier didasari UU No. 7 tahun 2004 tentang SDA dan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 2006 tentang Irigasi mengamanatkan bahwa tanggung jawab pengelolaan jaringan irigasi tersier sampai ke tingkat usahatani dan desa menjadi hak dan tanggung jawab petani pemakai air (P3A) sesuai dengan kemampuannya.
Menurutnya, program RJIT seluas 135.861 hektare tahun ini, sala satunya di kecamatan Tikala.
“Program RJIT dilakukan serentak di 32 provinsi dan 300 kabupaten kota, sehingga RJIT diarahkan pada jaringan irigasi yang mengalami kerusakan,dan terhubung langsung dengan jaringan utama (primer dan sekunder),” pungkas Sarce Bandaso (gus/rif/c).
