MAKASSAR, BKM — Pimpinan nasional lembaga mahasiswa lintas jurusan/keprofesian yang tergabung dalam Aliansi Ketua Umum Nasional Lintas Jurusan/Keprofesian menggelar pertemuan perdana di Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung melalui virtual zoom meeting, Sabtu, 17 Juli 2021. Pertemuan ini sebagai sarana untuk merajut silaturahmi antarjajaran ketua umum nasional lintas jurusan.
Selain itu, dilaksanakan pula simposium nasional yang menghadirkan beberapa narasumber. Di antaranya Satya H Yudha selaku sekjen Mata Garuda. Selanjutnya akan dilakukan konsolidasi nasional ketua umum nasional. Agendanya membahas terkait pembentukan paten nama dan struktur Aliansi Ketua Umum Nasional Lintas Jurusan/Keprofesian. Kegiatan ini berlangsung 17-18 Juli 2021.
Agenda terakhir adalah vaksinasi massal yang dilaksanakan 19 Juli 2021 di Auditorium UIN Alauddin Makassar, bekerja sama dengan Polda Sulsel.
Beberapa lembaga mahasiswa lintas jurusan/keprofesian yang terlibat dalam agenda ini, di antaranya Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (PERMIKOMNAS), Ikatan Himpunan Mahasiswa Matematika (IKAHIMATIKA) Indonesia, Ikatan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Indonesia (IMEPI), Ikatan Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI), Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan, Administrasi Pendidikan, Manajemen Pendidikan Islam Seluruh Indonesia (IMMAPSI), Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia (IKAHIMKI), Ikatan Himpunan Mahasiswa Fisika indonesia (IHAMAFI), Asosiasi Hukum Tata Negara Indonesia (AMHTN).
Ada pula Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Elektro Indonesia (FKHMEI), Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia (BKKMTKI), Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia (IKAHIMBI), Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (IMTSI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) dan Forum Mahasiswa Studi Agama-agama Seluruh Indonesia (FORMASAA-I).
Ketua Panitia Kegiatan, Irfan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi. Hampir seluruh ketua nasional berkumpul dan membangun sinergitas, setelah sebelumnya pelaksanaan kegiatan ini sempat tertunda beberapa kali.
”Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa sebagai agen perubahan dapat berkolaborasi dalam menjemput bonus demografi dan mimpi satu juta barel di tahun 2030,” ujar Irfan. (rls)
