Site icon Berita Kota Makassar

Bersedekah dan Libatkan Orang Tua dalam Doa

Jodoh rahasia Allah. Hanya Dia yang mengetahuinya. Namun, bagaimana jika ternyata ada cara khusus untuk segera mendapatkan jodoh?

Ustaz Imam Syafii dalam podcast untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Jumat (16/7) mengatakan bahwa kadang jodoh seseorang ada yang cepat datang. Misalnya, lulus SMA langsung dapat jodoh. Ada juga yang jodohnya lambat. Sudah menginjak usia tua namun masih sendiri.
Nah, untuk hal seperti itu biasanya ada aura-aura negatif yang menutupinya sehingga jodohnya tak kunjung datang. ”
Energi negatif memang menjadi salah satu cara untuk menutup jodoh seseorang. Hal tersebut sudah sering terjadi di banyak tempat. Penyebabnya bisa datang karena rasa ingin memiliki, cemburu, atau balas dendam. Istilahnya ‘cinta ditolak, dukun bertindak,” tuturnya.

Namun, kata dia, hal tersebut dapat diobati dengan cara rukiah. “Jika datang ke tempat saya, dicek dulu, energi negatifnya ada atau tidak. Jika ada, untuk membukanya ya saya rukiah,” terangnya.

Sudah banyak diketahui publik bahwa rukiah adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan hal-hal negatif yang ada di dalam tubuh seseorang.

“Pengalaman saya, orang yang belum dapat jodoh banyak yang datang kepada saya. Kemudian kami berdoa bersama, berdzikir, meminta kepada Allah bagaimana agar jodohnya terbuka. Kita juga membuka auranya. Karena terkadang ada orang tampan, ada orang cantik, tapi auranya tertutup. Terlihat menjengkelkan. Karena ada energi-energi yang menyelimuti dirinya,” jelasnya.

Ciri-ciri orang yang terkena energi negatif, menurut Ustaz Imam Syafii, biasanya susah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Itu sebabnya, perlu melakukan rukiah untuk membersihkan diri.

Imam Syafii mengaku sudah banyak melakukan rukiah terhadap orang-orang yang memiliki masalah asmara.

“Alhamdulillah, setelah dirukiah, energi-energi negatifnya menghilang. Sebulan dua bulan, seminggu dua minggu, ketemu jodohnya lalu menikah. Bahkan terkadang saya diminta untuk melamarkannya,”
imbuhnya.

Rukiah sendiri juga dapat dilakukan secara mandiri dengan cara salat, berdzikir, membaca Yasin seusai salat Maghrib yang dikhususkan untuk jiwa dan raga. Juga dengan cara puasa Senin-Kamis.

Imam Syafii juga menjelaskan mengenai bagaimana cara agar dipermudah dalam mendapat jodoh. “Berbaktilah kepada orang tua, karena doa dan restu orang tua itu penting. Ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua, murka Allah tergantung kepada murka orang tua.
Durhaka bisa menjadi penyebab lain yang membuat jodoh seseorang tertahan,” tandasnya.
Dalam hal meminta jodoh pun, ustaz kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini menyarankan untuk berdoa dengan melibatkan orang tua. “Jadi saat meminta dimudahkan urusan jodohnya, jangan hanya berdoa untuk diri sendiri. Sertakan orang tua dalam doa kita. Misalnya ‘Ya Allah, berilah menantu untuk orang tuaku melalui aku’. Insyaallah, dengan melibatkan orang tua, doa kita cepat terkabul,” jelasnya.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk dimudahkan mendapat jodoh adalah dengan bersedekah. “Saat bersedekah, misalnya bersedekah untuk kotak amal. Niatkan ‘Ya Allah, mudahkanlah jodoh saya’, Insyaallah akan dimudahkan,” tambahnya.

Praktik rukiah Imam Syafii bukan hanya perihal jodoh, namun juga untuk hal lain, seperti kerasukan dan santet. Ia membuka praktik ini tidak hanya rukiah secara langsung di tempat, namun juga secara virtual. “Saya sering merukiah orang yang ada di Kalimantan, Hongkong, China, Malaysia, Palembang, dan Jakarta melalui handphone,” sebutnya.

Pada intinya, lanjut dia, perbaikilah diri sendiri. Dekatkanlah diri kita kepada Sang Pencipta. Perbaikilah salat, karena semakin kita memperbaiki salat, Allah akan memperbaiki hidup kita. (*/rus)

Exit mobile version