MAMUJU, BKM — Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Sekprov Sulbar, Muhammad Idris menggelar rapat percepatan pembangunan rumah sakit jiwa dan covid-19 di Kantor Merah Putih Gubernur Sulbar, Senin (12/7).
”Kita inginkan RS yang dibangun memiliki daya tarik keindahan pemandangan, sehingga pasien yang datang berobat langsung sehat dan tidak memikirkan penyakitnya disebabkan panorama alam yang disuguhkan cukup menarik,” beber Ali.
Masih kata Ali, rapat dalam rangka membahas perencanaan pembangunan RS Jiwa dan RS covid-19 di Kabupaten Majene melalui konsep RS berdaya tarik keindahan pemandangan alam.
” Rapat kali ini masih perlu ditindaklanjuti secara mendetail tapi kita tidak boleh hanya diam dan berpangku tangan menunggu proses yang ada. Saya harapkan RS ini dapat terus berjalan memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga masyarakat Sulbar, dan terkait Keinginan kita bersama tentunya akan terus melihat perkembangan dan peluang yang ada kesepian, ” pungkasnya.
Pembangunan RS diatas tanah dengan luas lahan 10-20 hektar, dimana RS akan tergabung dari beberapa unsur pelayanan kesehatan dan umum yaitu, pelayanan RS Covid -19, rehabilitasi bagi para pecandu narkoba, RS disabilitas dan pelayanan pendidikan kesehatan atau diikat bagi para tenaga kesehatan
Direktur RS Regional, dr. Indahwaty Nur Syamsi mengatakan berdasarkan hasil rapat dibahas beberapa item perencanaan pembangunan dan rehab RS regional.
Harapan Gubernur Sulbar, RS regional menjadi salah satu rujukan dari pasien covid-19 sebagai RS khusus ibu dan anak setelah pandemi covid -19 tersebut dinyatakan benar-benar berakhir.
“Saya berharap pemerintah mendukung penuh semua perencanaan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Secara teknis kiranya gedung pelayanan infeksi center dapat didukung penuh karena berdasarkan data,” jelasnya. (zul/C)
