MAKASSAR, BKM — Yayasan Indonesia Mengabdi (YIM) menggelar Pelatihan Calon Fasilitator Nasional Program Pencegahan Perilaku Bullying yang disebut Program Roots. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, 14-18 Juli secara daring ini diikuti 132 peserta. Terdiri dari guru, pengawas, dosen, dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di pulau Sulawesi, baik di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.
Roots merupakan program pencegahan perilaku bullying yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) bekerja sama dengan UNICEF, yang nantinya akan diimplementasikan secara nasional di beberapa wilayah di Indonesia yang sasarannya adalah siswa SMP, SMA/SMK. Fokus utama dari program roots adalah memberdayakan beberapa siswa sebagai agen perubahan, yang nantinya akan selalu mempromosikan dan memengaruhi siswa lain untuk terus berperilaku positif.
“Harapannya, melalui program roots ini, kita dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk siswa, guru, dan warga sekolah lainnya,” ujar Staf Khusus Bidang Kompetensi dan Manajemen Kemdikbudristek Republik Indonesia Pramoda Dei Sudarmo pada saat memberikan sambutan di kegiatan pembukaan.
YIM dalam kegiatan ini berperan sebagai mitra pelaksana dari Kemdikbudristek-UNICEF yang bertanggung jawab untuk melatih calon fasilitator nasional di wilayah Sulawesi. “132 peserta yang telah dilatih akan diseleksi kembali dan akan dipilih 40 fasilitator nasional yang nantinya siap ditugaskan untuk melatih guru-guru di daerah lainnya baik itu di wilayah Sulawesi, maupun di luar Sulawesi. Khususnya yang terkait bagaimana mengimplementasikan program roots di sekolah masing-masing,” tegas Dr Bernard MS selaku master trainer dan perwakilan dari Yayasan Indonesia Mengabdi.
”Pelatihan ini sangat atraktif dan menyenangkan. Terdapat banyak aktivitas menarik dan sangat bermanfaat, khususnya bagi kami sebagai guru. Pascapelatihan ini, harapannya saya dapat mengimplementasikan materi-materi yang telah diperoleh ketika kembali ke sekolah nantinya,” ujar Finny Meivi Sarah, peserta dari Manado, Sulawesi Utara. (rls)
