BULUKUMBA, BKM — Pemkab Bulukumba menerima kunjungan Manajer Arkaba Farm, Sri Tohl dalam rangka penjajakan kerjasama pada peningkatan sektor peternakan di Kabupaten Bulukumba, khususnya pengembangan sapi potong. Arkaba Farm adalah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan sapi di tanah lapang atau hamparan yang terbuka.
Sebelum kunjungan Sri Tohl melakukan presentasi di hadapan Bupati dan Wabup serta Dinas Peternakan dan Dinas Tanaman Pangan di Pendopo Rujab Bupati Bulukumba belum lama ini.
Menurutnya kunjungannya memiliki tantangan tersendiri karena masih situasi pandemi Covid-19. Tapi karena semangatnya ingin memperlihatkan bahwa Bulukumba bisa menjadi contoh pengembangan ternak sapi.
“Kami berharap Bulukumba menjadi bukti nyata kerjasama dengan kami ke depan,” tutur Sri.
Berternak kata, Sri adalah mata pencaharian jika dibandingkan Australia dengan Indonesia sangat bertolak belakang. Contohnya jika di Australia ternaknya dilepas sedangkan di Indonesia dikandangkan.
Padahal kelebihan ternak yang dilepas adalah peternak yang mengatur ternaknya, bukan ternak yang mengatur peternaknya, dalam arti bukan kita yang datang memberikan makanan dan minuman kepada ternak.
“Sebaliknya jika ternak itu dikandangkan, kita begitu repot datang pagi, siang, malam untuk mengontrol dan waktu kita habis setiap hari untuk melihatnya,” tambahnya.
Terkait pemilihan jenis sapi apa yang diternakkan, Sri menyarankan agar memilih sapi yang cocok dengan kondisi air dan udara di Bulukumba. Tidak perlu ikut-ikutan memelihari jenis sapi daerah lain, jika pakannya tidak tersedia.
Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf mengakui kebiasaan mengandangkan ternak sapi karena faktor keamanan. Jika ternak sapi di lepas, kadang sapi tersebut hilang dicuri.
Ia mengaku heran, petani atau peternak kita kebanyakan belum sejahtera, padahal potensi alam untuk berternak sangat bagus. “Peternak di Jepang itu hidupnya mewah padahal lahan mereka terbatas,” ucapnya. (min/C)