Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Bilan PDAM Butuh Pesaing

MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, menegaskan, Perumda Air Minum butuh sosok pesaing dalam menuntaskan persoalan kekeringan di wilayah Utara Makassar. Sebab, persoalan air bersih di kota Makassar tak kunjung usai.

Terlebih, keluhan masalah ini menjadi persoalan klasik yang tiap tahunnya diserukan masyarakat.
Ia menganggap, PDAM tidak begitu serius menangani persoalan tersebut karena merasa telah memonopoli pelayanan air di kota Makassar.

“Saya kira PDAM ini butuh kompetitor supaya dia bisa lebih serius tangani pelayanan air di sejumlah daerah utara ini. Persoalan ini sudah lama dan sampai sekarang belum tertangani dengan baik, kalau satu perusahaan yang tangani ini pasti terserah dia mau apa,” lanjut Ray.
Kondisi kekeringan dikatakannya tak hanya terjadi saat musim kemarau, bahkan saat musim penghujan ketersediaan air yang layak masih sulit didapatkan oleh masyarakat. Kalaupun dapat terlayani, yang didapatkan justru tidak maksimal.
“Ada beberapa yang bayar terus airnya tapi tidak mengalir-mengalir airnya, bahkan yang mengalir juga pasti tidak layak airnya,” katanya.
Pelayanan soal air menurutnya akan lebih baik seiring meningkatnya persaingan dari perusahaan. Ray mengatakan sejumlah kota-kota besar dunia menganggap persaingan justru baik, karena mendorong peningkatan kualitas layanan.
“Kota besar itu ciptakan lebih dari dua perusahaan, bahkan mereka turun langsung untuk cari masyarakat untuk dijadikan member mereka,” katanya.
Sementara itu Lurah Buloa Kecamatan Tallo, Oddang Nai, mengatakan, sistem pipanisasi dari PDAM di wilayah Utara disebutnya masih sangat minim.
Masyarakat di daerahnya hanya mengandalkan Pamsimas atau menara air, dimana airnya pun terbatas hanya mampu melayani 50 rumah tiap harinya.
“Pamsimas kita ini cuma bisa melayani 50 rumah, jadi memang tidak pakai sistem pipanisasi karena kendalanya juga debit air tidak banyak,” katanya.
Sehingga masyarakat harus saling bergilir tiap hari agar bisa kebagian air.
Ia mengatakan pemandangan jergen di pinggir-pinggir jalan bahkan menjadi hal yang lumrah disaksikan menandakan sulitnya akses air masyarakat.
“Karena ini sudah jadi persoalan lama, kita berharap pemerintah bisa secepatnya membenahi ini,” tutupnya.(nug)

Exit mobile version