WAJO, BKM — Bupati Wajo, Amran Mahmud sesumbar mewujudkan kawasan pertanian terpadu. Ada banyak tujuan yang ingin dicapai di balik itu.
Demi tercapainya tujuan tersebut, Amran Mahmud mengajak dan menyerukan masyarakat menjaga keseimbangan alam dengan menggalakkan penanaman pohon untuk menghijaukan kembali lahan kritis.
Seruan itu disampaikan Amran saat menghadiri acara Penanaman Sejuta Pohon di Desa Mattirowalie, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, Sulsel, Rabu (21/7). Tanam pohon ini dilaksanakan bersama Kodim 1406/Wajo.
“Memulihkan kembali lahan yang kritis ini dibutuhkan gerakan bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi berbagai elemen masyarakat,” ucap Amran.
Amran menjelaskan, pemerintah daerah terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk sadar lingkungan dengan menjaga keseimbangan alam.
Menurutnya, saat ini sudah banyak lahan yang sudah rusak sehingga tidak lagi mampu menjadi penahan air jika hujan. Imbasnya sering kali terjadi banjir dan erosi serta kerusakan lingkungan lainnya.
Dia mengakui akan butuh waktu lama memulihkan lahan kritis, tetapi pihaknya yakin akan terwujud jika dilakukan dengan gerakan bersama. Salah satu upaya di Wajo dalam menjaga keseimbangan alam adalah pengembangan kawasan pertanian terpadu.
“Melalui pengembangan kawasan pertanian terpadu ada mimpi besar yang terkandung di dalamnya. Di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat, menghadirkan kawasan agrowisata dengan keseimbangan alam yang terjaga, serta menghadirkan sumber pangan yang sehat,” bebernya.
Sementara Kadis Lingkungan Hidup Wajo melalui Kabid Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Muh. Rafi Aryawardhana, mengatakan ada 10.000 bibit pohon akan dibagikan kepada desa yang menggalakkan program pertanian terpadu.
Khusus di Desa Mattirowalie, sebanyak 1.860 bibit pohon siap ditanam. “Pengadaan bibit ini berdasarkan MoU Pemkab Wajo dengan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II Makassar,” jelas Rafi. (ono/C)

