SINJAI, BKM — Inovasi ‘Aksi Tali Sepatu’ merupakan cara Pemkab Sinjai dalam melakukan upaya penanganan kasus stunting atau gizi buruk.
Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib, inovasi ‘Aksi Tali Sepatu’ merupakan akronim dari aksi konvergensi kegiatan lintas sektor dalam penanganAn stunting, dimana dalam pemaparannya, ia menjelaskan aksi 5-8 percepatan penanganan stunting.
Pemaparan dilakukan Irwan dalam kegiatan penyelenggaraan penilaian aksi konvergensi penanganan stunting Pemkab yang digelar Pemprov Sulsel di Hotel Claro Makassar baru-baru ini.
“Tadi telah dipaparkan inovasi Kabupaten Sinjai, yaitu Aksi Tali Sepatu. Dimana aksi tersebut kita mengibaratkan bahwa tali sepatu itu biasa tidak sama bentuknya, namun arahnya sama. Jadi kami mencoba melakukan kolaborasi dalam kegiatan-kegiatan dari perangkat daerah lainnya menuju penanganan stunting,” ucapnya
Di Kabupaten Sinjai lanjut Irwan, penanganan stunting ini telah diatur berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sinjai Nomor 258 Tahun 2020 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Sinjai.
Hingga saat ini katanya, angka kasus stunting di Sinjai terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tercatat di tahun 2020 lalu, angka stunting di Bumi Panrita Kitta berada di angka 7,14 persen.

