MAROS, BKM — Program sekolah digital menjadi salah satu terobosan yang mulai diadopsi sejumlah sekolah di Indonesia. Salah satunya SMPN 16 Mandai. Kepala SMPN 16 Mandai, H Muh Yusuf, mengatakan, konsep sekolah digital memang cukup kompleks dalam penerapannya.
Tapi jika sistemnya sudah berjalan, proses pendidikan akan berjalan dengan baik. Apalagi saat sekarang ini kondisi disekolah kami masih terkendalah sarana dan prasarana salah satunya jaringan internet dan lain lainnya. Namun karena kerjasama dengan semua guru dan tenaga administrasi sekolah, pengawas bina sehingga sarana pendukung sudah siap meski masih banyak yang perlu dibenahi.
Dikatakan Yusuf, sekolah digital akan mengaplikasikan sistem pendidikan terdigitalisasi. Bukan hanya sistem pembelajarannya saja yang terdigitalisasi, sistem manajemen sekolahnya pun juga terdigitalisasi.
”Konsep sekolah digital memang cukup kompleks dalam penerapannya. Tapi jika sistemnya sudah berjalan, proses pendidikan akan berjalan dengan baik,” kata Yusuf.
Ditambahkan Yusuf, jika rencana ini terlaksana maka migrasi data tradisional menuju data digital yang ada di SMPN 16 nantinya akan dialihkan menjadi data digital kemudian diintegrasikan secara penuh.
Sehingga seluruh pelaksanaan sistem pendidikan sudah berbasis pada data digital.
Salah satu contoh, absen digital guru dan tenaga kependidikan akan terekam dimana guru atau pegawai tersebut melakukan absen dan jika guru melakukan absen di rumahnya atau ditempat lain akan nampak dengan jelas lokasi dimana guru tersebut absen.
Sementara itu, pengawas bina SMPN 16 Mandai, Yasin Limpo, mengatakan, terpilihnya SMPN 16 Mandai menjadi sekolah digital tentunya ada persiapan yang mapan agar program ini bisa berjalan baik.
Seluruh bagian dalam manajemen sekolah harus paham betul pentingnya transformasi digital ini bagi sekolah. Mengacu pada hal tersebut, visi menuju digitalisasi sekolah sudah mulai disusun.
”Seluruh bagian dalam manajemen sekolah diharapkan bisa menyusun program yang sejalan,” sebut Yasin Limpo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Maros, H Takdir, mengatakan, launching sekolah digital dipusatkan di SMPN 16 dan ada sekitar 25 sekolah mulai dari tingkat SD dan SMP yang dipersiapkan menjadi sekolah digital di Kabupaten Maros.
”Jika bupati sudah launching, dari 25 sekolah digital maka kami dari dinas pendidikan akan mendorong seluruh kegiatan di sekolah tersebut sudah bisa 100 persen digital. Seperti ruang kelas digital untuk mendukung proses belajar mengajar. Sejumlah fasilitas ICT standar mulai disediakan dan proyektor dan perangkat komputer bagi guru pengajar. Kami berharap rencana baik ini bisa terlaksana dengan baik. Sehingga sekolah lainya bisa menyusul untuk menjadi sekolah digital,” harap Takdir. (ari/c)

