BANTAENG, BKM — Rois Suriyah Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PC NU) Kabupaten Bantaeng, KH Muin Djufri menjadi korban keganasan anjing, Senin (2/8).
Ketua Tanfidziyah PC NU Bantaeng, HM Jailani Djabbar P, menyatakan prihatin. Dia tidak menyangka Kiai Muin, yang sudah sepuh diserang anjing.
“Kami mendapat informasi dari putri beliau. Hanya saja dia tidak menyaksikan ayahnya digigit. Jadi, dia tidak tahu apakah yang menggigit tokoh NU ini anjing gila atau anjing piaraan”, paparnya.
Selaku pimpinan Ormas Islam di Bantaeng, Jailani mengimbau kepada pihak terkait agar memberantas anjing yang terindikasi mengidap penyakit gila. “Anjing gika harus dibunuh karena sangat membahayakan keselamatan orang”, tandasnya.
Dituturkan Tasniah, putri Kiai Muin, seperti biasa, hampir setiap pagi ayahnya duduk santai di depan kios miliknya. Namun dipagi yang nahas ini, kata dia, tiba-tiba muncul anjing yang tidak diketahui asalnya, langsung menyerang ayahnya.
Tak ayal lagi, sang Kiai tidak dapat mengelak, selain tidak menduga diserang mendadak, usianya juga sudah sepuh sehingga tidak lincah menghindar. Akibatnya, dia menderita gigitan di betis bagian kirinya.
Mengetahui ayahnya digigit anjing, Tasniah dan keluarga lainnya segera melarikan ayahnya ke Puskesmas Kota Bantaeng untuk mendapatkan perawatan. (wam/C)

