BANTAENG, BKM — Memasuki hari keempat Kamis (5/8), ruang kerja Sekwan DPRD Bantaeng masih disegel dengan balok yang terbuat dari kayu. Pada Senin malam lalu, dua anggota dewan, Muhammad Asri dan Adityawan Said, melakukan penyegelan menggunakan balok kayu dan police line (garis polisi).
Dihari ketiga, Asri kembali berfose di depan pintu ruangan yang disegelnya. Di sisi kanan dan kiri ruangan ada tulisan besar yang mengandung kalimat protes terhadap salah satu calon Sekwan, tapi sudah tidak ada police line.
Memasuki hari keempat, tulisan warna hitam tersebut sudah buram karena telah dikuas dengan cat warna putih identik warna tembok, namun masih bisa terbaca.
Fenomena penyegelan ini viral di media sosial dan menjadi kontroversial. Banyak yang mendukung, tapi ada pula yang menyayangkan aksi tersebut.
Nitizen atas nama Mappasabbi Masdar, yang juga salah satu tokoh NU di Bantaeng, menyayangkan aksi Asri dan Adityawan. Mappasabbi menilai, aksi tersebut mirip aksi mahasiswa yang melakukan protes.
Meski kontroversi muncul, Asri tetap teguh pada pendiriannya. Dia menginginkan calon Sekwan yang akan dilantik adalah yang bisa bersinerji, baik internal maupun eksternal.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua legislator menyegel ruang Sekwan karena menolak rencana pelantikan Jufri Kau sebagai Sekwan. Jufri saat ini menjabat Kepala Bagian Organisasi.
Ketua DPRD Bantaeng, Hamsyah Ahmad, tidak bisa dikonfirmasi karena sedang tidak berkantor, Kamis (5/8). Beberapa staf dewan mengaku tidak tahu kemana Ketua DPRR. “Maaf, saya tidak tahu”, ujar staf sambil berlalu. (wam/C)

