BULUKUMBA, BKM — Masalah penularan covid-19 di Kabupaten Bulukumba tampaknya menjadi perhatian serius Bupati Bulukumba HA Muchtar Ali Yusuf. Muchtar disela-sela press conference bersama awak media baru-baru ini di Rumah Jabatan Bupati, terkait pentingnya kesadaran masyarakat akan vaksin.
Didampingi Kadis Komunikasi Informatika dan Persandian Muhammad Daud Kahal serta Kadis Kesehatan Wahyuni, Bupati menjelaskan pentingnya vaksin dalam rangka pencegahan dan penanganan pandemi covid-19.
Hingga kini sebanyak 14,6 persen atau 50 ribu lebih masyarakat Bulukumba telah melakukan vaksinasi tahap satu dan sekitar 17 ribu telah melakukan vaksin tahap dua dari 346 ribu lebih target sasaran.
Vaksin tersebut berguna untuk menambah imun tubuh yang bermanfaat memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh.
“Vaksin itu menambah imun, kalau imunnya kita rendah daya tahan tubuh untuk melawan virus ini cukup sulit, apalagi saat ini yang saya dengar ada virus varian baru namanya delta yang penularannya sangat cepat,” ujar Muchtar.
Bupati mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah mengupayakan untuk mendatangkan tambahan stok vaksin agar seluruh masyarakat Bulukumba dapat menerima dosis vaksinasi sehingga dapat memutus mata rantai covid-19 dengan tercapainya herd immunity atau kekebalan kelompok.
Bupati mengimbau masyarakat Bulukumba khususnya agar tidak mudah terpengaruh isu hoax yang beredar tentang berita negatif soal vaksinasi, serta diharapkan peran serta media untuk terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksinasi dalam upaya mencegah serta menghentikan penyebaran covid-19.
“Disinilah peran media untuk menyampaikan apa itu vaksin, saya harap media juga bisa membantu pemerintah untuk edukasi masyarakat manfaat vaksin itu sendiri,”tandasnya.
Saat ini Pemkab tengah mengupayakan menyediakan tempat isolasi kepada masyarakat yang positif covid-19, namun diharapkan untuk sementara waktu bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif covid-19 untuk tetap dirumah melakukan isolasi mandiri agar tidak berpotensi menularkan kepada orang lain terutama keluarganya. (min/C)

