MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar bakal memanggil sejumlah kontraktor, terkait banyaknya laporan masyarakat atas proyek insatalasi penjernihan air dan limbah (IPAL) komunal di kota Makassar yang menimbulkan sejumlah persoalan.
Banyak temuan proyek yang diketahui tidak dikelola dengan baik para kontraktor, bahkan terkesan merusak sejumlah jalan.
Sebelumnya, Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar menemukan banyak polemik soal proyek IPAL komunal, saat bersama dinas PU melakukan inspeksi mendadak. Persoalan ini bukan kali pertama ditemukan oleh Komisi C.
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, mengatakan, pihaknya telah menemukan banyak ketimpangan yang dikerjakan oleh kontraktor.
Sebab kata Acil sapaan akrabnya, banyak jalan yang dilewati tidak sesuai kondisi awalnya.
“Kita sudah kerap mendapatkan laporan yang sama dari masyarakat terkait semrawutnya jalan pascainstalasi IPAL dilakukan. Jalan kerap tak rata, retak, terbelah, bahkan beberapa dilaporkan mengalami longsor,” kata Acil.
Legislator PPP itu menambahkan, banyak jalan yang tidak direvitalisasi dan tak dilanjutkan. Padahal, semestinya jalan yang dibenahi tersebut harus langsung ditutup karena membahayakan pengendara.
Acil menambahkan, jika kontraktor usai bekerja maksimal 600 meter langsung ditutup, dicor.
“Pengerasan langsung diaspal, nah ini masih banyak yang dikerja tidak begitu, sesuai dengan petunjuk teknis kementerian. Bahkan kita sempat dengar dia bilang selesaipi satu kota Makassar baru dilakukan,” katanya.
Lebih jauh, ujar Acil, persoalan ini sudah berbulan-bulan dikeluhkan warga. Banyaknya laporan yang masuk ke DPRD sudah harus dibicarakan bersama dengan pihak-pihak terkait.
Komisi C pun dikatakannya akan melakukan rapat dengar pendapat untuk menuntaskan masalah ini.
“Kita ada rencana RDP, karena ini sudah banyak dikeluhkan, kita akan panggil dan tanya apa yang dikeluhkan,” katanya.(nug)
