MAKASSAR, BKM — Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kini menjadi area wajib vaksin covid-19, setelah dilakukan deklarasi pada Senin, (9/8).
Deklarasi area Bandara Sultan Hasanuddin wajib vaksin covid-19 ini dilakukan oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Pelaksanaan deklarasi ini merupakan langkah kogkrit yang diambil pemerintah, untuk meningkatkam kesadaran warga melakukan vaksin Covid-19. Apalagi bandara merupakan salah satu pintu keluar masuknya orang dari area Sulsel
“Lalu lalang dan keluar masuknya orang ke Sulsel itu terbesar di Bandara ini. Tercatat sekitar 11 ribu lebih setiap harinya. Tapi karena pandemi Covid-19, maka sesuai dengan Instruksi Presiden yakni membatasi aktivitas masyarakat.,” kata Andi Sudirman Sulaiman.
Namun kata dia, saat ini mobilitas masyarakat tertinggi di luar Jawa dan Bali adalah di Sulsel. Sehingga selama masa pandemi covid-19 ini, jumlah penumpang di bandara masih sekitar 1.500 penumpang pesawat.
Untuk menormalkan kembali penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin, lanjutnya maka seluruh pihak yang bekerja di Bandara harus sudah melakukan vaksinasi tahap 1 dan tahap 2. Sudirman meyakinkan penormalan penerbangan bisa kembali dilakukan jika angka Covid-19 di Sulsel turun.
Secara simbolis, deklarasi ini diresmikan dengan penandatanganan petisi deklarasi, diawali oleh plt gubernur Sulawesi Selatan. Kemudian diikuti dengan 14 kepala instansi yang turut berkomitmen dalam kegiatan ini.
“Kami lakukan kegiatan ini agar masyarakat mudah mendapatkan vaksinasi covid-19. Dan hari ini merupakan agenda kedua setelah kegiatan area wajib vaksin di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. Kami menargetkan area di wilayah aglomerasi terlebih dahulu seperti wilayah Makassar, Maros, Gowa dan daerah lainnya,” ujar Sudirman.
Pelaksanaan vaksin covid-19 di area Bandara Sultan Hasanuddin menyasar sekitar 1.000 orang divaksin.
Program ini diperuntukkan bagi masyarakat serta setiap instansi di lingkungan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin untuk melakukan vaksin sebagai komitmen untuk membentuk herd immunity dan menekan penyebaran Covid-19.
“Apalagi bandara merupakan salah satu pintu masuk-keluarnya orang dari dan ke Sulsel. Tercatat sekitar 11 ribu lebih setiap harinya. Tapi karena pandemi Covid-19, jumlah penumpang di bandara masih sekitar 1.500 penumpang pesawat,” ujarnya.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Wahyudi mengaku siap memberi dukungan terhadap program pemerintah.
“Kami selaku pengelola bandara di bawah naungan Kementerian BUMN turut mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mempercepat proses pemberian vaksin kepada masyarakat,” tuturnya.
Vaksinasi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin hari ini menyasar 1.000 orang. Selain pekerja bandara, masyarakat umum juga dipersilakan. (jun)
