MAROS, BKM — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maros, Abd Hafid M Talla, melantik Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh) tahun 2021-2024. Kegiatan itu berlangsung di Baruga B, Senin (9/8).
Pelantikan ini juga turut dihadiri Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, Ketua MUI Kabupaten Maros, KH Syamsul Khalik, dan Ketua Baznas Maros, Andi Said Patombongi.
Menurut Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, penyuluh agama di Kabupaten Maros memiliki peran sangat penting. Hal ini sejalan dengan perannya sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat di Maros
”Mari sama-sama kita dukung program pemerintah. Terutama dibidang religius. Jangan hanya simbol belaka, jualan politik saja. Jangan sampai tidak ada bukti,” tegas mantan ketua DPRD Maros itu.
Chaidir pun berjanji di depan penyuluh akan lebih memperhatikan para penyuluh non ASN. Saat ini di Kabupaten Maros ada 34 penyuluh fungsional, dan 110 penyuluh non PNS.
”Ini akan menjadi perhatian kita semua. Saya juga akan diskusikan ini bersama Baznas,” ungkap Chaidir.
Dalam pelantikan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Maros, Abd Hafid M Talla, turut mengapresiasi kehadiran bupati Maros.
”Baru kali ini ada bupati hadir langsung dalam pelantikan penyuluh. Beliau ini sangat peduli pada kegiatan keagamaan. Program beliau akan kita dukung di kementrian agama,” katanya.
Terkait penyuluh, Abd Hafid M Talla mengatakan, penyuluh harus memiliki peran yang strategis bagi masyarakat. ”Ada tiga fungsi utama penyuluh, pembimbing keummatan, corong pemerintah, dan informan bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Hafid juga mengingatkan para penyuluh yang baru saja dilantik agar selalu melakukan pembinaan keagamaan dan formulasi serta keakraban dengan masyarakat. ”Masyarakat itu butuh kalian (penyuluh). Ketika penyuluh hadir di masyarakat itu dapat menerangi masyarakat,” ujarnya. (ari/c)
