Site icon Berita Kota Makassar

Danny Siapkan Aparong untuk Korban Kebakaran

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassa Moh Ramdhan Pomanto berencana akan menata dan mempercantik kawasan di area kebakaran Jalan Muh Thahir. Sementara untuk warga yang kehilangan tempat tinggal, akan dibuatkan pemukiman yang konsepnya mirip seperti apartemen lorong (aparong).
“Kita akan tata langsung. Jadikan sistem Aparong itu bisa cepat. Kasih cantik bagus,” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, Kamis (12/8).

Diapun sudah menugaskan camat, lurah, hingga RT dan RW untuk menjelaskan dan meyakinkan warga korban kebakaran untuk dibuatkan pemukiman baru dengan konsep Aparong. Untuk pembangunan Aparong, Danny melirik anggaran perbaikan rumah yang bersumber dari Kementerian Perumahan. Jika alokasi anggaran tersebut digunakan, setiap rumah bisa mendapat anggaran senilai Rp20 juta.
“Saya bisa ambil dari anggaran perbaikan rumah. Itu ada dari Kementerian Perumahan. Kebetulan saya belum tanda tangan juga SK-nya itu yang Rp20 juta per rumah. Kenapa tidak ini saja? Jelas. Kalau butuh bantuan,” tambah Danny.

”Saya minta camat dan lurah koordinasi terkait persoalan tersebut. Saya sudah tugasi camat lurah, RT, RW, dan Dinas Sosial untuk meyakinkan masyarakat bikin seperti itu,” tambahnya.
Namun yang menjadi persoalan sekarang, kata Danny, informasi yang diterima jika kawasan pemukiman yang terbakar pada Rabu pagi (11/8) itu merupakan tanah milik Perumda Sulsel. Artinya, warga yang bermukim di sana tidak mengantongi sertifikat hak milik.

“Laporannya, tidak ada sertifikat hak milik. Saya belum tahu. Tapi begitu laporannya camat bahwa ini adalah tanah dari perumda. Ini harus diklarifikasi secara jelas,” kata Danny.
Sehari pascakebakaran terjadi, sejumlah stakeholder bersama warga mulai melakukan pembersihan puing-puing kebakaran. Bantuan dari berbagai pihak, mulai organisasi, lembaga sosial dan kemasyarakatan hingga pribadi terus mengalir. Mereka menyalurkan makanan, minuman, obat-obatan, baju, hingga berbagai kebutuhan lainnya.
Untuk sementara, korban kebakaran tinggal di tempat pengungsian yang telah disiapkan, seperti masjid. Ada juga yang mendirikan tenda dan sebagian memilih menginap di rumah keluarganya masing-masing.
Pemerintah melalui Dinas Sosial telah melakukan aksi tanggap darurat dengan mendirikan posko bantuan, dapur umum, tenda darurat, serta posko air bersih.

Gunduran, salah satu korban kebakaran mengungkapkan bahwa bantuan mulai berdatangan, baik dari pemerintah maupun swasta. Bantuan tersebut sudah disalurkan kepada warga. Masjid Yasin yang berada di sekitar lokasi kebakaran, dijadikan sebagai tempat posko medis.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Rusmayani Madjid menjelaskan, sesaat setelah kebakaran terjadi, pihaknya sudah mendirikan posko dan dapur umum di lokasi. Posko tersebut untuk memantau para korban kebakaran sekaligus memenuhi kebutuhan logistik mereka. Per sekali makan, kata Maya, pihaknya menyiapkan sekitar 600 bungkus nasi.
Selain itu, pihaknya saat ini juga melakukan penggalangan dana untuk para korban kebakaran. “Kami juga sedang menggalam dana ke teman-teman yang mampu. Saat ini sudah ada satu pengusaha Tionghoa yang ingin membantu 123 unit perlengkapan masak. Dia mau kasih uang, saya bilang jangan,” tandas Maya. (rhm-pkl)

Exit mobile version