Site icon Berita Kota Makassar

Kepala Daerah Hadiri Bedah LKPJ

MAKASSAR, BKM — Sejumlah kepala daerah hadir diacara bedah laporan kuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2020, di gedung Keuangan Negara (GKN) II, Jalan Urip Sumoharjo Makasar, Kamis (12/8).
Hadir Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto,Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Bupati Bulukumba dan Bupati Tana Toraja.
Turut hadir Kepala DJPb Sulsel, Syaiful, Kepala Perwakilan BPK Sulsel, Paula Henry Simatupang dan Kepala BPKP Sulsel, Arman Sahri Harahap.
Tak hadir Bupati Jeneponto Iksan Iskandar juga Bupati Takalar Syamsari Kitta, keduanya diwakili Sekretaris Daerah masing-masing.

Bedah LKPD digelar melalui focus group discussion (FGD).
Kepala DJPb Sulsel, Syaiful, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.
Menghadirkan 7 kepala daerah dari 25 Pemda di Sulsel termasuk Plt Gubernur Andi Sudirman.”Kami hadirkan juga Pak Paula dari BPK dan Pak Arman dari BPKP sebagai narsumber utama, agar menambah wawasan dan memotivasi pemda untuk mengedepankan akuntabilitas keuangan daerah, terutama di masa pandemi,”ujarnya.
Hasil dari FGD, lanjut Syaiful, untuk menyempurnaan laporan aset pemeriksaan dan hasil rekomendasi BPK.”Kebetulan yang hadir ini belum meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK,” katanya.
Seperti diketahui tujuh pemda yang meraih opini wajar dengan pengecualian (WDP).Yakni Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Pemkab Gowa, Pemkab Takalar.Pemkab Jeneponto, Pemkab Bulukumba dan Pemkab Tana Toraja.
Syaiful mengatakan, DJPb merupakan representasi menteri keuangan yang diberi kewajiban melakukan pendampingan.Baik keuangan pusat maupun keuangan daerah.
“Tugas kami memberi rekomendasi terbaik mencari sumber pembiayaan baru. Produk bermanfaat bagi kepala daerah dalam mengambil keputusan,”ujarnya.

Syaiful juga menyinggung terkait data Badan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel dan Nasional.”Pertumbuhan ekonomi Q2 di Sulsel 7,66 persen, jauh lebih tinggi dari nasional 7,07 persen,” katanya.
“Kita harap itu dijaga, kami juga mempercepat realisasi APBN,” ujarnya.
Apalagi fokus utama pemulihan ekonomi tertopang dana APBN dan APBD.
Sehingga itu menjadi faktor kedua tertinggi sehingga pertumbuhan ekonomi bisa sampai 7,07 persen, sisi ekspor pertama.
Namun ia menyayangkan, realisasi DAK fisik di Sulsel baru mencapai 13,76 persen. (jun)

Exit mobile version