BANTAENG, BKM — Pemkab Bantaeng mulai menerapkan Sekolah Tatap Muka (STM) terbatas sejak Kamis (12/8). Namun belum semua kecamatan dibolehkan dan yang bisa STM hanya di wilayah yang masuk zona hijau.
Pertemuannya juga terbatas. Hanya dua sesi dalam satu kelar. Peserta didik yang hadir juga dibatasi. Maksimum 50 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin memantau langsung beberapa sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka. Salah satunya di SDN 40 Lumpangang, Desa Biangkeke, Kecamatan Pa’jukukang, Kamis (12/8). Kunjungan itu untuk melihat jalannya proses belajar tatap muka yang telah berlangsung mulai hari ini.
Satu persatu ruang belajar dipantau oleh Ilham Syah Azikin. Dia berinteraksi dengan peserta didik di sana sembari menyampaikan pentingnya penggunaan masker ke murid-murid di sana. Penerapan Protkes salah satunya tempat cuci tangan atau wastafel.
Sekadar diketahui, Bantaeng saat ini masih berada dalam PPKM Level 3. Grand design yang dijalankan membuat siswa di tiap kelas dibagi ke dalam dua kelompok. Setiap kelompok mendapatkan tiga kali kesempatan tatap muka setiap minggunya.
“Pemantauan ini saya lakukan untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka berjalan sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Bupati bergelar doktor ilmu pemerintahan itu.
Dia berharap, pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan di kecamatan yang nihil sebaran infeksi covid-19 dengan membagi dua sesi pertemuan pada setiap kelas.
“Harapan saya dengan dilaksanakannya program ini, siswa kembali semangat bersekolah. Saya juga sampaikan bahwa seragam sekolah segera dibuat dan dibagikan, jangan lagi ditunda-tunda. Supaya siswa makin semangat sekolah dengan memakai baju seragam baru,” harap Bupati peraih penghargaan ketahanan pangan terbaik tingkat nasional itu.
Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berdoa, diharapkan pandemi segera berlalu dan proses pembelajaran di sekolah dapat berjalan dengan normal.
“Mari sama-sama berdoa agar pandemi ini cepat berlalu dan pembelajaran tatap muka kembali berjalan normal,” kata Ketua IKAPTK Sulsel itu. (rls)
