MAKASSAR, BKM — Pendaftar calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2022-2026 menarik minat sejumlah kalangan. Bukan hanya akademisi tulen, posisi ini juga diminati dosen Unhas yang berkarir di luar kampus. Salah satunya adalah Prof dr Abdul Kadir, Phd, SpTHT-KL(K), MARS. Saat ini Prof Abdul Kadir menjabat Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Prof Kadir tiba di gedung Rektorat Unhas, Senin (16/8/2021) pukul 08.15 Wita. Ia langsung menuju ke lokasi pendaftaran dan diterima panitia Pemilihan Rektor Unhas.
Prof Kadir mengungkapkan, semua berkas telah ia lengkapi. Ia mengaku, ia ingin menjadi Rektor Unhas semata-mata ingin lebih memajukan Unhas sebagai salah satu universitas terbesar tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia dan Asia Tenggara.
Sangat wajar jika Prof Kadir bertekad seperti itu. Melihat dari pengalamannya, Prof Kadir sangat mumpuni ketika dipercaya memimpin Unhas ke depan.
Selain menjabat Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Prof Kadir juga dipercaya sebagai Komisaris Utama Kimia Farma, Ketua Dewan Pengawas Pusat Kanker Nasional Rumah Sakit Dharmais Jakarta dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas.
Sebelumnya, lelaki yang rajin bersepeda ini pernah menjabat Kepala Badan BPSDM Kesehatan Kemenkes (2020), Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan (2020), Plt Kepala Badan Litbangkes Kemenkes (2020), Dirut RS Kanker Dharmais Jakarta (2015-2020) dan Plt Dirut RSUP Fatmawati Jakarta (2019).
Guru besar yang sombere (ramah) dengan siapa saja ini juga pernah menjabat Dirut RS Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar (2010-2015), Direktur Medik dan Keperawatan RSWS (2007-2010), Dirum dan Operasional RSWS (2005-2007), PD III Fakultas Kedokteran UMI (2003-2006), Kepala Unit Pelayanan THT FK Unhas (2002-2005) dan Kabag Ilmu Penyakit THT FK Unhas (2002-2005).
Salah satu orang dekat Prof Kadir mengungkapkan, pengalaman sebagai akademisi, birokrat dan entrepreneur di perusahaan menjadi modal yang sangat baik untuk membangun Unhas. (rls)
