Site icon Berita Kota Makassar

Tim PKM Unhas Teliti Arisan Gabah Petani di Sidrap

MAKASSAR, BKM — Tiga orang mahasiswa yang tergabung dalam tim PKM Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan penelitian tentang arisan gabah di kalangan petani Kabupaten Sidrap, khususnya di Desa Bulo Timoreng. Penelitian berlangsung selama dua minggu, dimulai 29 Juni 2021.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Nur Revollah (Fakultas Pertanian angkatan 2016), Muhammad Fadel Dwi Makmur (Fakultas Ekonomi angkatan 2017), dan Juan Jimmy Dwiangga (Fakultas Teknik angkatan 2019). Sebelum turun melakukan penelitian, mereka terlebih dahulu bertemu dengan sekretaris Desa Bulo Timoreng dan menyerahkan plakat.

Pelaksanaan penelitian tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum ke lokasi penelitian. Adapun waktu selama dua minggu itu, dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mengambil data, mewawancarai ibu-ibu dan warga lainnya, serta mengolah data terkait dengan penelitian mereka.

Adapun judul penelitian yang mereka usulkan adalah Fenomena dan Potensi Arisan Gabah Lembaga Finansial Lokal Sebagai Sumber Modal Sosial Berbasis Financial Technology di Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menjadi menarik karena belum banyak yang meneliti terkait kegiataan arisan gabah, dan manfaatnya serta potensinya di tengah masyarakat.

“Arisan gabah merupakan kegiatan yang turun temurun dilakukan oleh masyarakat tani di Kabupaten Sidrap, dan ternyata manfaatnya sangat banyak bagi petani-petani,” ujar Muhammad Fadel Dwi Makmur, salah satu anggota tim PKM Unhas.

Selain sebagai investasi, lanjut Fadel, ternyata hasil dari arisan gabah tersebut digunakan para petani untuk menambah modal. Bahkan ada yang digunakan untuk naik haji.

”Diharapkan dengan dilakukannya penelitian ini, hasil dari publikasi dapat dijadikan referensi oleh pemerintah setempat dalam mempertahankan arisan gabah di Desa Bulo Timoreng ini sebagai upaya peningkatan produktivitas para petani,” kata Fadel.

Adapun mengenai kelompok tani yang mengikuti arisan gabah yang selanjutnya disebut arisan panen oleh masyarakat Desa Bulo Timoreng, sangat bervariasi. Yang mengikuti arisan panen tersebut tidak hanya perempuan, melainkan ada sebagian kecil laki-laki dengan rentang skala umur 28-49 tahun.

”Pekerjaan mereka juga tidak semuanya adalah petani, melainkan ada sebagai ibu rumah tangga dan juga guru. Namun dapat dipastikan bahwa mereka memiliki keluarga dekat seperti suami atau ayah mereka yang bekerja sebagai petani,” ujar Juan Jimmy, mahasiswa lainnya.

Diharapkan hasil penelitian oleh mahasiswa Unhas ini mendapatkan respons positif dari lembaga terkait seperti kantor Desa Bulo Timoreng, pemerintah, kampus, dan juga masyarakat. Juga dapat dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan modal tani, tidak hanya di Desa Bulo Timoreng.

Selain penelitian arisan gabah yang dilaksanakan di Desa Bulo Timoreng, sebagai langkah baru, ketiga mahasiswa ini juga membuat aplikasi arisan panen yang nantinya dapat digunakan masyarakat tani dalam mengimplementasikan arisan gabah ke dalam sistem yang lebih modern. Aplikasi arisan panen ini masih dalam tahap proses desain dan pembuatan coding.

Jika memungkinkan akan diunggah di Appstore ataupun Playstore agar dapat langsung digunakan melalui gawai atau smartphone masyarakat. Diharapkan aplikasi ini dapat membantu dalam meningkatkan produktivitas tani melalui arisan panen dengan system yang lebih modern.

Aplikasi ini diberi nama ArisanPanen. Penamaannya didasari oleh kegiataan penelitian mahasiswa dan ingin mengembangkan komoditi pertanian selain gabah. Karena ada harapan lebih terhadap petani yang tidak hanya gabah, tetapi juga komoditi lain seperti kentang, cengkeh, kayu manis yang mempunyai potensi hasil panen dengan harga cukup tinggi.

Aplikasi ini digunakan sebagai perantara dan memberikan keamanan terhadap sesama anggota. Akan dibuat sistem verifikasi sederhana secara objektif terhadap data-data yang akan tersimpan dalam aplikasi ini.

Terkait penggunaannya, aplikasi ini sebenarnya cukup sederhana. Cukup diunduh (download), yang kemudian calon peserta akan diminta untuk mendaftar jika tidak mempunyai akun. Tetapibila mempunyai akun akan langsung bisa masuk kedalam tampilan Beranda Arisan Panen.

Ketika ingin masuk ke dalam sebuah kelompok arisan, ada proses verifikasi yang harus dilalui. Telah dibuat menu profil akun agar bisa mempunyai akun yang terverfikasi.

Adapun beberapa persyaratan yang harus penuhi jika ingin terverifikasi adalah mengunggah kartu tanda pengenal, kartu keluarga, kartu tani, foto pemilik beserta rumahnya.

Setelah memiliki akun yang terverifikasi, sudah bisa memilih kelompok apa yang diinginkan. Setiap kelompok memiliki sistem, jumlah nominal setoran, maksimal anggota dan sebagainya.

Setelah mendaftar dalam kelompok tersebut harus melalui verifikasi lagi dari ketua arisan untuk membuktikan data-data yang dicantum tersebut valid. Lalu apabila data tersebut valid maka ketua arisan akan mengajak calon anggota untuk berkomunikasi secara intens melalui WhatsApp ataupun SMS.

Selanjutnya calon anggota akan diundang ke rumah ketua arisan untuk memperkenalan diri kepada sesama anggota arisan lainnya. Namun apabila ditolak oleh ketua arisan, pemilik akun bisa mendaftar ke kelompok arisan lain yang masih baru dan belum berjalan kegiatannya.

”Terkait fitur-fitur di dalam aplikasi ini sebenarnya cukup sederhana, karena tidak jauh beda dengan aplikasi-aplikasi yang ada sekarang seperti facebook, Instagram, ataupun aplikasi arisan sejenisnya. Harapan kami adalah bisa mensosialisasikan aplikasi ini kepada dalam masyarakat di perdesaan agar mampu memberikan keamanan dan kenyamanan dalam melakukan penghimpunan dana,” ujar Revo selaku ketua kelompok PKM Unhas. (rls)

Exit mobile version