MAKASSAR, BKM–Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel Andi Marzuki Wadeng kali ini mendapat tugas baru sebagai pelaksana tugas (plt) ketua DPD II Golkar Luwu Timur.
Mantan ketua Komisi E DPRD Sulsel ini menggantikan Muhammad Taqwa Muller yang selama ini mendapat tudas sebagai plt ketua Golkar Luwu Timur.
Kabarnya, Taqwa yang kini tercatat sebagai anggota DPRD Sulsel ini dicopot karena dinilai tidak mampu menjalankan amanah hingga menggelar musyawarah daerah (musda).
Taqwa Muller menegaskan, pergantian dirinya sebagai Plt ketua atas permintaan dirinya sesuai aturan Partai Golkar. Mengingat, masa bakti dirinya sebagai Plt, belum bisa menggelar musda DPD II Golkar hinga saat ini karena sesuatu hal.
Meski adik kandung mantan bupati Luwu Timur Thoriq Husler (alm) ini telah menjalankan tugasnya menggelar konsolidasi dan menyiapkan musda.
“Saya bukan dicopot. Tetapi saya yang meminta DPD I untuk segera melakukan evaluasi terhadap saya karena waktu yang diberikan sudah jatuh tempo. Jadi bukan pencopotan,” kata Taqwa baru-baru ini.
Ditambahkan bila musda belum terlaksana karena dirinya tidak bisa mengakomodir keinginan dan kepentingan kader. Terkhusus anggota DPRD Lutim Fraksi Golkar. Dirinya mengakui, ada ikatan emosional terhadap mereka. Taqwa dan seluruh anggota Fraksi Golkar bersama-sama berjuang mengantarkan Thoriq Husler memenangkan pilbup Luwu Timur kemarin.
“Kemarin kita berjuang sama-sama pilkada. Mereka tahu Pak Takwa tidak sampai hati kepada mereka. Makanya saya minta harus DPD I yang turun tangan. Karena apabila DPD I memberikan perintah, fraksi harus patuh karena mereka perpanjangan tangan partai,” tegasnya.
Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel, Arfandy Idris mengatakan, pergantian Plt Ketua DPD II Lutim sudah sesuai PO Golkar. DPD I menganggap, Plt Ketua Golkar Lutim perlu ada penyegaran untuk memenuhi agenda Partai Golkar.
“DPD I menganggap perlu ada penyegaran dan perlu pergantian Plt Ketua DPD II Lutim untuk segera melanjutkan konsolidasi di Lutim. Jadi ini sudah domain-nya DPD I yang mengangkat Plt DPD II itu berdasarkan PO Golkar,” jelasnya.
Sehingga dirinya berharap, seluruh kader Golkar di Lutim tidak membuat polemik atas pergantiaan Plt. Anggota DPRD Sulsel ini menilai, sejatinya kader Golkar hanya ingin membesarkan partai. Bukan malah bertindak tidak produktif yang merugikan Partai Golkar.
Anggota Fraksi Golkar DPRD Lutim Aripin mengatakan, pergantian Plt Ketua Golkar Lutim tidak seharusnya menjadi polemik di internal Golkar. Apalagi hal tersebut sudah sesuai aturan main Partai Golkar. Tak hanya itu, pergantian atas keinginan Taqwa Muler yang belum bisa melaksanakan musda sesuai jadwal.
“Selaku kader, apa yang dilakukan DPD I inilah hal yang tepat. Karena musda yang diberikan belum juga terlaksana, dan pak Takwa mengakui dan meminta untuk segera dievaluasi,” katanya. (rif)
