Site icon Berita Kota Makassar

Sembilan Tokoh Raih Penghargaan Pemkot

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemkot Makassar menggelar upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-76, Selasa (17/8). Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Andi Sudirman menjadi inspektur upacara di halaman Rumah Jabatan Gubernur Jalan Sungai Tangka. Sementara Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto memimpin upacara di Anjungan Pantai Losari.

Pada peringatan HUT RI tahun ini, Pemkot Makassar menyerahkan penghargaan kepada sembilan tokoh yang dinilai memberi kontribusi positif untuk Makassar di era kemerdekaan. Mereka berasal dari latar belakang profesi yang berbeda-beda. Bahkan ada yang telah meninggal.
Peraih penghargaan itu yakni Erwin Abdullah, lifter dunia peraih medali perunggu pada Olympiade 2020 di Tokyo. Atlet menembak dunia Andi Muh Alfaruqi Tatta, tokoh lingkungan hidup Saraba, maestro musik almarhum Iwan Tompo dan maestro musik tradisional Syarifuddin Tutu.
Ada juga nama mantan Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus Paturusi,SpB,SPBO, yang dinilai banyak memberi kontribusi dalam bidang kesehatan. Mantan Wali Kota Makassar almarhum HM Dg Patompo, tokoh kesehatan Dr dr Hisbullah,SpAn.KIC serta epidemiologi Ansariadi,Ph.D.

Untuk tokoh yang mendapat penghargaan di bidang kesehatan, yakni Prof Idrus, dr Hisbullah, dan Ansariadi, selama ini banyak berkontribusi dalam penanganan pandemi covid-19, khususnya di Makassar.
Kesembilan orang tersebut dianggap mampu mengharumkan nama Makassar dan telah mengukir sejarah untuk kemajuan serta perubahan di kota ini. “Pemerintah Kota Makassar memerlukan campur tangan semua pihak untuk bersama membangun Makassar. Olehnya itu, momentum ini kami gunakan untuk berterima kasih pada mereka yang telah berkontribusi nyata dan mengharumkan nama Makassar hingga ke tingkat nasional, bahkan dunia,” ujar Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto usai mengikuti upacara bendera di Anjungan Pantai Losari, kemarin.
Di momen tersebut, Danny juga meminta agar semangat gotong royong melawan virus covid-19 selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus semangat untuk terus berjuang bersama melawan virus covid-19. Semua pihak tanpa terkecuali memiliki peran untuk bergotong-royong menyelamatkan bangsa,” ungkap Danny.
Meski berlangsung dengan protokol kesehatan ketat, pengibaran bendera merah putih tetap berlangsung khidmat dari semangat nasionalisme anak bangsa.

Mereka Penerima Penghargaan

-Lifter dunia peraih medali perunggu pada Olympiade 2020 di Tokyo Erwin Abdullah.
-Atlet menembak dunia Andi Muh Alfaruqi Tatta
-Tokoh lingkungan hidup Saraba
-Maestro musik almarhum Iwan Tompo
-Maestro musik tradisional Syarifuddin Tutu
-Mantan Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus Paturusi,SpB,SPBO
-Mantan Wali Kota Makassar almarhum HM Dg Patompo
-Tokoh kesehatan Dr dr Hisbullah,SpAn.KIC
-Epidemiolog Ansariadi,PhD

Selain menggelar upacara bendera di Anjungan Pantai Losari, Pemerintah Kota Makassar juga melakukan pembentangan sang saka merah putih sepanjang 1.000 meter yang dilakukan oleh gabungan nelayan, aparat TNI/Polri, serta para penari di atas kapal Pinisi di perairan Pantai Losari.
Kapal Phinisi sebagai simbol tanah Makassar dengan penari lengkap berbusana adat juga nelayan dengan pakaian khas patonro didampingi aparat TNI/Polri, berjejer rapi membentangkan bendera merah putih, disaksikan wali kota dan wakil wali kota, serta seluruh SKPD juga Forkopimda Makassar.
”Semua yang kita lakukan mengandung makna dan simbol semangat kemerdekaan. Bendera merah putih dibentangkan tepat merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 76 tahun dan dilakukan oleh 76 nelayan, 76 aparat TNI/Polri, juga para penari berbusana adat Makassar. Ini menjadi tanda kekompakan juga semangat membara agar dapat terbebas dari pandemi covid-19,” ungkap Danny.

Bendera panjang tersebut dibagi menjadi tiga titik, dan dengan gagahnya terbentang di sepanjang Pantai Losari. Ditambah dengan pelepasan balon merah putih ke udara sebagai penyemarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tiga titik pembentangan bendera juga syarat akan makna, di mana terdapat penguatan tiga sektor di dalamnya yaitu penguatan kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Momentum Gotong Royong

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman berharap peringatan HUT RI tahun ini dapat dijadikan momentum gotong royong menghadapi pandemi covid-19.

“Di momentum peringatan HUT Kemerdekaan ini, 76 tahun Indonesia merdeka kita kembali diuji bagaimana persatuan kita, bagaimana gotong royong kita bersama untuk menghadapi dan tetap selalu sabar menghadapi pandemi ini,” kata Andi Sudirman melaksanakan upacara peringatan HUT RI, kemarin.
Dia pun mengapresiasi lembaga masyarakat yang ikut serta menyukseskan dan membantu program pemerintah dalam melawan covid-19 ini. “Kita memberikan apresiasi yang telah memberikan perumusan dan tentu ke orang-orang yang saat ini membantu kita. Kita akan memantau masyarakat kita yang selalu bahu membahu untuk menyelesaikan masalah pandemi ini,” tuturnya.

Pada upacara peringatan HUT RI kemarin, formasi pengibar bendara terdiri dari kelompok 17 dan 8. Adapun pembawa peti Nurul Salzabila Ghazali (SMAN 21 Makassar) dan pembawa baki Veby Novelia Putri (SMAN 2 Palopo). Sedangkan penggerek bendera Muhammad Rizal HS (SMAN 5 Gowa), komandan kelompok (dampo) Ahmad Sabikun Uman (SMAN 3 Bone) dan pembentang Zul Muhalik Ramadhan (SMAN 5 Makassar).
Mereka menempuh pendidikan dan pelatihan Paskibra Sulsel 2021 dari tanggal 1 hingga 19 Agustus 2021. Komandan Upacara (Danup) Pabandya Ops Komlek Koops AU II Letkol LEL Dwi Teddy Y.T.S merupakan lulusan Akademi Militer 2002. (rhm-jun)

Exit mobile version