Site icon Berita Kota Makassar

KOR dan Sirkuit Balap Dibangun di Untia

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyadari terbatasnya akses publik terhadap sarana dan fasilitas olahraga di kota ini. Untuk itu, dia berencana menghadirkan kawasan olah raga (KOR) tahun depan. Ide itu dikemukakan usai menerima peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo Erwin Rahmat, Rabu (18/8) di kediaman pribadinya Jalan Amirullah.

Danny mengatakan tidak akan membangun stadion, karena sudah ada rencana Pemprov Sulsel untuk membangun namun sejauh ini belum terealisasi. Ada juga satu stadion yang sudah dibangun pemprov di kawasan Barombong, itupun hingga saat ini belum rampung.
“Jadi setelah ngobrol dengan Erwin Rahmat, saya kira kita segera akan membangun KOR saja. Jangan membangun stadion. Karena stadion sudah banyak. Apalagi yang tidak jadi. Jadi tidak enak juga kalau kita memperbanyak stadion baru tidak jadi. Lebih baik kita bikin KOR,” tutur Danny.
Danny juga rencananya akan menghadirkan sirkuit yang bisa menjadi arena balapan motor bagi anak muda yang hobi balap. Untuk sirkuit, tahun inipun akan diusahakan. Karena sirkuit itu pembuatan jalannya bisa segera dilakukan. Rencananya, KOR dan sirkuit tersebut akan dibuat di kawasan Untia karena di sana ada lahan milik Pemkot Makassar yang cukup luas.

“Sirkuit itu untuk penyaluran minat anak-anak pada balapan motor. Ini juga menjadi bagian janji saya kemarin untuk membuat sirkuit. Sirkuit juga tahun inipun saya usahakan. Kita punya tanah di Untia. Makanya saya satu dua hari akan meninjau tanahnya. Sekaligus di samping situ saya bikin KOR,” tandas Danny.
Dia mengaku sangat sedih mendengar cerita para atlet yang berlatih dengan sarana dan fasilitas olah raga yang sangat terbatas. Salah satunya seperti yang dirasakan Erwin Rahmat yang harus berlatih menggunakan lampu strongking.

“Dia latihan menggunakan lampu strongking itu sangat memalukan kalau kondisinya seperti itu. Padahal kita punya banyak fasilitas. Beliau berbakti. Buktinya membawa nama Indonesia di kancah Olimpiade,” ujarnya.
Sebagai pihak pemerintah, ia akan memberikan fasilitas atau sarana latihan. Hal itupun akan ia laporkan ke Menteri Pemuda dan Olah Raga terkait rencana tersebut.
“Saya akan menghadap ke Pak Menteri untuk membicarakan rencana ini. Segera saya akan buatkan gambarnya untuk membangun KOR. Jadi bukan stadion, tapi KOR,” tandas Danny.

Bonus Atlet PON

Keberhasilan Rahmat Erwin Abdullah meraih medali di Olimpiade Tokyo membuat atlet di Sulsel semakin diperhitungkan. Termasuk pemberian bonus mengalami peningkatan.
Pemprov Sulsel menyiapkan bonus Rp200 juta bagi atlet Sulsel yang berhasil meraih emas di PON Papua Oktober mendatang. Nilainya bahkan naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman berharap, bonus yang disediakan bisa memacu semangat atlet untuk memberikan yang terbaik selama berlaga di PON nanti.
“Atlet PON kita rencana untuk (bonus) dua kali lipat dari tahun lalu. Jadi kita harap mereka bisa membawa pulang emas. Rp200 juta untuk yang mendapatkan emas,” katanya, Rabu (18/8).

Menurut Sudirman, kontingen Sulsel terus berupaya meningkatkan pencapaian dari tahun sebelumnya. Jika gelaran PON lalu tidak masuk 10 besar, maka di PON Papua kontingen Sulsel minimal masuk 10 besar.
“Kita kemarin di luar 10 besar. Sekarang bagaimana masuk di 10 besar. Artinya kita melihat prediksi bagaimana dulu (10 besar). Syukur-syukur di lima besar. Tetapi kita berharap masuk 10 besar, kemudian bisa lebih kuat lagi ke depannya,” pungkas Sudirman.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Sulsel Andi Arwien Azis, mengamini bonus bagi atlet peraih medali di PON Papua yang mengalami peningkatan. Bukan hanya emas, tetapi peraih medali perak dan perunggu juga mendapat peningkatan.
Ia berharap, bonus yang disediakan Pemprov Sulsel bisa meningkatkan motivasi atlet dalam berlaga di PON Papua nanti. Sehingga target yang diberikan bisa tercapai.
“Rp200 juta Insyallah mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi atlet. Karena ini dua kali lipat dari bonus PON sebelumnya,” pungkasnya. (rhm-jun)

Exit mobile version