Site icon Berita Kota Makassar

Terakhir Dia Cium-cium Saya, Bilang Punya Cewek Arsitek

GOWA, BKM — Vivi Desi Yulianita (41) histeris. Tangisnya tak terbendung begitu tahu putranya, Steven sudah pergi untuk selama-lamanya. Bendera putih berkibar di depan kediamannya.

Ia mengaku baru tahu meninggalnya Steven setelah dikabari aparat Kelurahan Kalegowa, yang datang menyampaikan jika seorang pemuda pendaki ditemukan tak bernyawa di Pos 7 Gunung Bawakaraeng. Korban dikenali sebagai putra ibu Vivi yang tinggal di dekat Masjid Muhajirin, Jalan Pallantikang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Tidak diketahui secara kapan Steven meninggal. Namun mayatnya ditemukan tim SAR pada Rabu (18/8) dalam kondisi kaku.
“Saya sempat tak sadar diri, begitu saya tahu jika Steven meninggal di gunung Bawakaraeng. Dia putra saya yang nomor tiga dari lima bersaudara. Anaknya sangat baik dan penurut. Tapi entah saat mau pergi ke Lembanna, dia merajuk minta izin ke gunung. Waktu itu saya izinkan karena dia janji tidak akan mendaki. Saya memang larang untuk mendaki,” beber Vivi di rumah duka, Rabu malam (18/8), di sela menanti kedatangan mayat putranya yang dibawa dari Puskesmas Malino, Kecamatan Tinggimoncong.

Menurut Vivi, saat kepergian Steven ke Malino hingga ditemukan tewas akibat hipotermia di gunung, dirinya selalu mendengar suara-suara halus yang mengatakan; anakmu… anakmu… Suara itu menyebutkan kata anakmu berkali-kali hingga kemudian Vivi langsung mengingat Steven.
“Dia (Steven) pergi ke Malino bersama temannya yang datang minta izin pada hari Sabtu, 14 Agustus. Dia memang sering ke Lembanna, Malino bahkan juga Tanralili, tapi tidak pernah mendaki. Dia baru pertama kali mendaki. Anak saya itu sudah selesai kuliah dan bulan depan akan diwisuda. Terakhir kalinya sebelum pergi ke Malino dia cium-cium saya sampai berkali-kali, ” kenang Vivi sambil terus menangis.
Stiven juga, kata ibunya, sempat bilang; Mami, saya punya cewek tinggal di Riau. Dia arsitek S2. Tapi saya bilang jauh sekali dan dia usianya lebih setahun nak dari kamu. Tapi dia bilang biarmi,” tutur Vivi yang matanya makin sembab.

Korban Ketiga

Selain Steven (21) dan Zaenal (21) yang meninggal dunia di Pos 7 dan 5 Gunung Bawakaraeng, ada lagi satu korban lainnya yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Tim SAR menemukan mayat Rian (21) di jalur Buluballea, setelah dilakukan penyisiran antara Pos 5 dan 6.
Steven, Zaenal, dan Rian ke Malino bersama lima orang temannya. Mereka yang berjumlah delapan orang, semuanya tinggal di Kabupaten Gowa.

Kabar meninggalnya Rian diperoleh tim SAR dari teman mereka bernama Wahyudi yang turun mencari bantuan. Tim SAR kemudian bergerak pukul 17.00 Wita, Rabu (18/8). Wahyudi menjadi penunjuk jalan.
Sekitar pukul 20.40 Wita, tim SAR berhasil menemukan keberadaan Rian di jalur Buluballea dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke Puskesmas Malino, lalu dijemput keluarga dan dibawa ke rumah duka di Jalan Mustafa Dg Bunga, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa
Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadhlyh dikonfirmasi, mengatakan ada tiga korban meninggal karena kedinginan di gunung Bawakaraeng. Mereka satu kelompok dengan jumlah delapan orang, berdasarkan keterangan dari lima pendaki teman korban yang selamat.

“Kondisi cuaca di gunung Bawakaraeng saat ini memang ekstrem. Suhu capai 14 derajat celcius dan angin gunung sangat kencang. Karena itu dilarang ada pendakian ke puncak gunung. Larangan itu disesuaikan dengan pelaksanaan PPKM mikro karena pandemi covid-19. Terutama untuk mengurangi potensi kerumunan,” jelas Iptu Hasan Fadhlyh.
Terpisah, Camat Tinggimoncong Iis Nurismi yang dikonfirmasi, Kamis siang (19/8) berharap semoga kejadian ini menjadi pembelajaran besar bagi para pendaki, bahwa pemerintah memberikan batasan dan menerapkan aturan, tentunya untuk kebaikan dan keselamatan masyarakat itu sendiri.
“Terkait larangan mendaki melalui jalur Bawakaraeng dan wisata pinus Lembanna, tentunya kita tetap mengacu pada situasi pandemi saat ini. Kita masih dalam kondisi PPKM level III, di mana semua tempat wisata, baik itu wisata buatan maupun wisata alam tutup sementara, ” terangnya. (sar)

Exit mobile version