WAJO, BKM — Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan TP PKK Kabupaten Pangkep melakukan kunjungan kerja ke Kota Sutera, Sabtu (14/8). Kunjungan tersebut untuk mengetahui seluk-beluk dan belajar tentang fesyen dan kerajinan tenun sutera.
Nurlita mengatakan, kunjungannya di Kabupaten Wajo selain silturahmi, juga dalam rangka berbagi ide dan program yang telah dilaksanakan Dekranasda Wajo.
“Kunjungan kami selain untuk silaturahmi, juga untuk saling sharing program. Bagaimana keberadaan Dekranasda bisa dirasakan betul manfaatnya untuk kemajuan dan kesejahteraan pengrajin. Khusus untuk kali ini, kami ingin studi banding untuk menambah wawasan di bidang fesyen dan kerajinan khususnya tenun kain sutra. Mulai dari proses awal sampai menjadi busana,” ungkapnya.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih banyak kepada jajaran Dekranasda dan TP PKK Wajo atas penerimaan yang luar biasa ini. Semoga Allah subhanahu wa taala membalas kita semua dengan kebaikan yang lebih baik lagi.”
Ketua Dekranasda Ketua TP PKK Wajo, Sitti Maryam, menerima kunjungan rombongan Dekranasda Pangkep di Rumah Jabatan Bupati Wajo. Sitti Maryam didampingi Wakil Ketua TP PKK Wajo, Munawarah, bersama para pengurus Dekranasda dan TP PKK Wajo lainnya.
Sitti Maryam menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Wajo sebagai tujuan kunjungan Dekranasda Pangkep. Kunjungan ini, kata dia, menjadi motivasi dan kebanggaan bagi Dekranasda Wajo.
Sitti Maryam berharap melalui pertemuan ini dapat saling membantu antara Dekranasda Pangkep dan Wajo dalam meningkatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah masing-masing. “Semoga dengan ini juga hubungan antara Wajo dan Pangkep semakin terjalin baik lewat kolaborasi yang dibangun,” harapnya.
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Wajo ini juga memperkenalkan bahwa di Wajo sudah ada pusat oleh-oleh khas yang diresmikan beberapa hari lalu.
“Jadi kami sampaikan juga kepada teman-teman Dekranasda Pangkep bahwa tanggal 1 Muharam atau 10 Agustus lalu, kita sudah meresmikan pusat oleh-oleh Kabupaten Wajo. Jadi, produk khas dari 14 kecamatan yang ada di Wajo, ada pada satu tempat. Insyaallah nanti kita akan kunjungi bersama-sama,” ucap Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Wajo ini. (ono/C)

