MAKASSAR, BKM–Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru saja melaunching Program Pencalegan Dini 2024. Launching Program Pencalegan Dini diikuti seluruh jajaran DPC, DPW, anggota DPR RI, DPRD I, dan DPRD II PKB se-Indonesia secara virtual.
“Kita mulai dengan membaca ’Bismillahi tawakkaltu`alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah, dengan ini secara remi saya nyatakan Program Pencalegan Dini PKB dilaksanakan secara serentak dan merata di seluruh Nusantara,”ujar Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar secara virtual.
Melalui Program Pencalegan Dini ini, Muhaimin mengajak putra putri terbaik bangsa dari lintas profesi, suku, agama dan golongan untuk berjuang di jalur politik dengan maju sebagai calon legislatif (caleg) lewat PKB.
“Saya mengajak semua kader terbaik bangsa untuk maju sebagai caleg melalui PKB. Kepada DPC, DPW, saya minta semua memperhatikan dengan sungguh-sungguh dan membuka peluang seluas-luasnya kepada seluruh putra putri terbaik bangsa yang punya potensi menjadi caleg untuk menambah perolehan kursi PKB pada Pemilu 2024 mendatang,” ujar Gus Muhaimin saat memberikan arahan secara virtual Program Pencalegan Dini PKB 2024.
Dikatakan Gus Muhaimin, dalam pertarungan legislatif, selain infrastruktur partai, peran caleg potensial juga sangat menentukan. Karena itu, Gus Muhaimin meminta para DPC, DPW, anggota DPR RI, DPRD 1, dan DPRD 2 untuk melakukan berbagai pendekatan sehingga dapat merekrut caleg potensial yang sesuai dengan visi misi dan perjuangan PKB.
“PKB harus bisa memastikan diri benar-benar siap dalam segala hal menyangkut pemenangan Pemilu 2024. Waktu masih tersedia, tapi kita tidak boleh lengah,”pinta Muhaimin.
Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri ini mengatakan, tahun ini tahapan menuju Pemilu 2024 harus sudah dilakukan. Sebab, pada 2021 ini, perang opini dan prediksi elektoral di publik sudah mulai ramai.
Karena itu, politik kehadiran dan kebermanfaatan menjadi sangat penting. “Saya minta seluruh kader PKB di semua tingkatan untuk terus menyapa, ikut membantu secara langsung masyarakat yang membutuhkan bantuan,”tuturnya.
Menurut Muhaimin, pada 2022 mendatang, kerja-kerja politik akan semakin lebih berat lagi. Dan pada 2023 pertarungan di lapangan akan semakin nyata hingga hari H Pemilu 2024. “Pemilu akan semakin berat karena kecenderungan pemilih mulai lebih pragmatis. Karena itu, kita harus punya strategi melakukan pendidikan politik ke masyarakat,”urainya.
Di sisi lain, pandemi Covid-19 masih akan menghantui dan menjadi problem tersendiri bagi pertempuran-pertempuran pragmatis di 2022, 2023 dan ujung 2024. “Saya sangat menunggu dan berharap kepada pemenangan Lembaga Pemenangan Pemilu di tingkat DPC, DPW untuk melakukan kerja ekstra, ketat waktu serta sistem dan berbagi tugas dengan mendetailkan seluruh dan jenis pekerjaan yang harus dilakukan,”katanya. (rif)

