Site icon Berita Kota Makassar

Yang Penting Anak Sudah Makan…

KOTA Makassar menawarkan banyak alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan. Salah satunya jasa tukar uang. Tapi yang digeluti Imran ini bukan penukaran uang yang bisa kita temui di money changer. Melainkan uang yang sudah rusak dan sobek. Tempat transaksinya pun di pinggir jalan.

DI ujung selatan Jalan Andi Pangerang Petta Rani, Jumat (20/8). Tak jauh dari MAN 2 Makassar. Sebuah sepeda motor terparkir di pinggir jalan. Kondisinya agar berbeda dengan kendaraan roda dua lain. Kertas karton terpampang dengan tulisan jasa tukar uang. Ada tertempel uang rupiah yang kondisinya sudah rusak.
Tak jauh dari motor tersebut duduk seorang pria dewasa. Berkacamata dan mengenakan topi. Ada seorang anak perempuan kecil duduk di sampingnya. Tim Pencari Berkah dari Berita Kota Makassar bekerja sama Yayasan Kemanusian Fajar (YKF) mencoba mendekatinya.

Pria tersebut bernama Imran. Tinggal bersama orang tuanya di Kompleks Perumahan Hartaco Indah. Sementara bocah perempuan yang berada di dekatnya adalah putri bungsunya.
Imran berkisah, jasa tukar uang rusak yang mengambil tempat di pinggir ini telah dilakoninya selama 18 tahun. Hasilnya tidak seberapa. Berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu setiap hari.
”Tidak seberapa hasilnya. Yang penting anak sudah bisa makan. Kalau saya tidak ada masalah,” ujarnya.
Imran memiliki tiga orang anak dari pernikahannya yang kandas empat tahun silam. Dua buah hatinya ikut ibunya. Sementara yang bungsu ikut dengannya.
”Anak saya ini yang paling bungsu. Usianya empat tahun. Saya pisah dengan ibunya sejak dia lahir. Berpisah karena masalah keuangan, atau mungkin dia tidak mau sehidup semati,” ungkap Imran.

Dari usaha jasa tukar uang yang digelutinya, Imran memprioritaskan kebutuhan anaknya terlebih dahulu. Karena keterbatasan ekonomi, hingga saat ini Imran dan anaknya masih tinggal di rumah orangtuanya di Hartaco Indah.

Tim Pencari Berkah BKM-YKF kemudian menyerahkan paket sembako kepada Imran. Menerima bantuan tersebut, Imran menyampaikan terima kasihnya. (pkl)

Exit mobile version