MAKASSAR, BKM — Pandemi covid-19 telah lama berlangsung. Wabah inipun sudah menjangkiti banyak orang. Oleh karena itulah program pencegahan dan penanggulangan Covid-19 terus dilahirkan. Salah satunya Makassar Recover.
Dalam wawancara untuk kanal Youtube Harian Berita Kota Makassar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Iman Hud menjelaskan tentang program yang telah dilaksanakan. Ia banyak membahas capaian program inovasi dari pemkot dalam menanggulangi penyebaran covid-19. Seperti dengan lahirnya Makassar Recover hingga swab on the road yang sudah berjalan 11 hari.
Makassar Recover, kata Iman, merupakan program sangat strategis yang tujuannya jelas untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Pendekatannya meliputi testing, tracing, dan treatment. Adapun swab on the road masuk di kategori testing dalam rangka mengukur serta mendeteksi penyebaran covid secara acak di jalan.
“Apabila kami menemukan positif di salah satu kendaraan, maka kita mencatat nama dan alamatnya. By name by address. Selanjutnya tim dari Dinas Kesehatan dengan melibatkan lurah serta camat untuk melakukan tracing. Ini upaya pemerintah kota untuk memutus penyebarannya. Karena kalau kita mau memutus harus dengan upaya yang masif dan sistematik itu dengan traking dan treatment,” jelas Iman Hud yang diawancarai di luar ruangan, tepatnya pelataran Anjungan Pantai Losari Makassar, Senin (23/8).
Adapun sub bagian kedua dalam Makassar Recover yaitu adaptasi sosial. Hal ini terkait bagaimana masyarakat diberikan edukasi dan sosialisasi supaya patuh terhadap protokol kesehatan. Karena salah satu upaya untuk menurunkan penyebaran covid-19 dengan taat dan patuh menerapkan protokol kesehatan. Misalnya dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan sebelum atau sesudah beraktivitas dan menjauhi kerumunan juga mengurangi mobilitas.
“Nah, kami di Dishub Makassar masuk di point mengurangi mobilitas. Dengan adanya swab on the road ini atau penyekatan pada jalur-jalur tertentu, baik di perbatasan dan sebagainya itu bisa mempengaruhi masyarakat untuk mengurangi mobilitas, kecuali hal-hal yang krusial, esensial dan kritikal. Kalau mencari nafkah boleh keluar. Keluar saja. Kalau tidak jelas tujuannya lebih baik di rumah saja,” jelasnya.
Dari pelaksanaan swab on the road sekitar 11 hari, lanjut Iman, sudah menyasar sebanyak 4.741 orang. Sementara yang positif sebanyak 85 orang.
“Kalau melihat data primer tersebut telah menunjukkan bahwa yang kita ajak walaupun sampel acak, ada tren penurunan dari yang kita ajak. Tapi itu bukan absolut, karena berharap bahwa itu sangat signifikan dengan realitas di lapangan karena untuk mengukur parameter rapit transmission atau retransmission ada kurva-kurva epidemik. Makanya, kita hanya menyampaikan saja bahwa dari sejak awal kita lakukan yang pertama itu mendekati 3 persen yang positif. Sekarang tidak sampai 1 persen sehari hari sebelum berakhir. Jadi paling tidak ini tren yang positif,” terangnya.
Lebih jauh lagi, kata Iman, bahwa dari 85 yang positif, itu bukan semuanya warga kota Makassar. Bagi mereka yang bukan warga Kota Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
“Jadi dalam Makassar Recover ada beberapa program. Salah satu di antaranya adalah swab on the road. Ada juga yang namanya isolasi terapung dan ada juga covid hunter. Inilah bagian integral yang tidak bisa terpisahkan. Jadi mereka yang terdeteksi kemudian ditindaklanjuti dengan PCR untuk selanjutnya isolasi mandiri di rumah atau isolasi terapung,” tandasnya. (arf)
