MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Sulsel, Imam Fauzan tetap ingin merawat beberapa kader berprestasi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota. Untuk itu, Imam yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel ini sedang mengupayakan adanya diskresi dari DPP bagi kader yang berprestasi.
Pasalnya ada aturan yang menyatakan Ketua DPC kabupaten/kota yang sudah dua periode tak bisa lagi maju di musyawarah cabang (muscab). Nah, Fauzan menginginkan agar aturan ini tak berlaku bagi kader yang sudah berkontribusi banyak buat partai.
“Betul, kami di DPW sedang mengupayakan adanya diskresi di muscab. Dengan catatan, diskresi itu kita usulkan kepada ketua-ketua (DPC kabupaten/kota) yang berprestasi,”ujar Imam Fauzan.
Menurutnya, pemberian diskresi kepada kader yang berprestasi tak ada salahnya. Apalagi para ketua DPC PPP kabupaten/kota ini masih layak mengemban posisi tersebut. Toh mereka juga masih berharap menjadi ketua partai di wilayahnya.
“Daerah-daerah yang berprestasi kami upayakan agar mereka mendapat kebijakan diskresi dari DPP. Mereka ini yang mampu meraih hasil maksimal di Pileg (2019),” ujarnya.
Dijelaskan bila upaya yang dilakukan DPW yakni terus menjalin komunikasi dengan DPP. Imam Fauzan yakin DPP tentu tidak mau menyepelekan masukan DPW yang asalnya dari tingkat bawah.
“Kami terus menjalin komunikasi intens dengan DPP. Memang DPP yang akan menjadi penentu nantinya. Tapi mereka juga berjanji akan mengakomodir apa yang diaspirasikan dari DPW PPP Sulsel,”sebutnya.
Soal jadwal muscab. Imam mengaku masih menunggu instruksi dari DPP. Namun jika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tak diperpanjang lagi, ia optimis bisa melaksanakannya bulan depan.
“Kami berharap agar muscab ini bisa segera dilaksanakan. Jika kondisi sudah membaik, kami targetnya bisa menggelar muscab akhir bulan depan (September). Karena kan semuanya juga butuh persiapan,”tandasnya.
Sebanyak sembilan petahana yang terganjal maju di muscab jika tak mengantongi diskresi. Mereka yakni Busranuddin Baso Tika di Makassar, Nursyam Amin di Gowa, Nurdin HS di Takalar, Imam Taufiq di Jeneponto dan Askar HL di Bulukumba. Selanjutnya Rusli Sunali di Luwu, Muh Amin di Bone, Risman Lukman di Wajo, serta Andi Thamrin di Pinrang.
Ketua DPC PPP Jeneponto, Imam Taufiq tak menampik masih ingin menjadi ketua partai di wilayahnya. Sekalipun dirinya sudah dua periode memimpin partai ini.
“Memang pada Muktamar IX yang lalu, mencuat kesepakatan pemberian apresiasi kepada pimpinan partai di daerah. Khususnya terhadap ketua DPC yang berhasil mendongkrak kursi di Pileg 2019 lalu. Jadi kami berharap komitmen itu bisa terealisasi pada Muscab mendatang,”harap Imam Taufiq.
Legislator Jeneponto ini mengaku, pemberian apresiasi kepada kader berprestasi tak ada salahnya. Apalagi ini menyangkut kepentingan partai kedepan. Agar bisa lebih bekerja maksimal lagi menghadapi Pileg 2024 mendatang.
“Pengaruhnya sangat baik untuk pengembangan partai kedepan. Dan bisa saja, partai lain bisa mengadopsi konsep ini. Ini memberikan motivasi kepada pengurus yang memiliki pencapaian luar biasa kepada partai,”pungkasnya. (rif)
