BONE, BKM — Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone resmi dilaporkan atas dugaan pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) yang terjadi saat pelaksanaan proses vaksinasi beberapa waktu lalu.
RSUD Tenriawaru dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Latenritatta yang diketuai Mukhawas Rasyid.
Saat dikonfirmasi Mukhawas mengatakan laporannya resmi diterima oleh Polres Bone sejak Rabu (18/8)lalu sementara pihaknya juga telah menyerahkan surat kuasa pendampingan hukum ke DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI).
“Laporan kami sudah masuk di Polres beberapa waktu lalu sementara kemarin kami juga sudah menyerahkan surat kuasa pendampingan hukum ke KAI,”ujar Mukhawas.
Menurut Mukhawas, dalam laporannya dipaparkan adanya pelanggaran prokes yang terjadi di RSUD Bone saat pelaksanaan vaksinasi. Terlihat ratusan masyarakat berdesak-desakan ingin mendaftar vaksinasi.
Hal itu pun menciptakan kerumunan, yang menyita perhatian publik, selain itu kejadian tersebut juga mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan termasuk lembaga Swadaya masyarakat Latenritatta, karena dikhawatirkan kerumunan tersebut akan menimbulkan cluster baru penyebaran covid 19.
“Apa yang terjadi di RSUD baru-baru ini membuat banyak masyarakat yang kecewa lantaran terciptanya kerumunan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan cluster baru, untuk itu saya berharap laporan saya ini secepatnya bisa diproses oleh pihak penegak hukum,”jelasnya.
Selain itu Mukhawas menambahkan kami punya hak hukum yang diatur dalam Permenkes no 84 tahun 2015 yang mana tentang pedoman pengembangan peran serta organisasi kemasyarakatan bidang kesehatan dan hukum.
“Semua manusia sama dimata hukum, setiap manusia harus tunduk kepada hukum, siapapun dia tanpa terkecuali termasuk pelaksana kesehatan itu sendiri,” jelasnya.
Sementara pihak manajemen RSUD Tenriawaru yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya juga tidak menyangka akan terjadi kerumunan untuk mendapatkan antrian vaksinasi. Padahal waktu itu pihak RS hanya menyiapkan 25 vial untuk 350 orang yang dapat divaksin sementara masyarakat yang datang itu lebih 500 orang.
“Kami juga tidak tahu kenapa bisa membludak seperti ini, mungkin masyarakat memang datang ingin divaksin karena belum datang pada jadwal jadwal sebelumnya,” ujar Ramli, Humas RSUD Bone
Pelaksanaan vaksinasi sempat dibubarkan oleh satgas, karena banyak masyarakat yang berdesak-desakan dan memaksa masuk untuk dapat di vaksin tapi setelah kondisi kembali stabil vaksinasi kembali dilanjutkan. (man/C)
