Site icon Berita Kota Makassar

Mahasiswa Unhas Terapkan Teknologi Pengolahan Umbi Porang

PANGKEP, BKM — Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil merancang dan menerapkan teknologi pengolahan umbi Porang menjadi tepung. Kegiatan yang merupakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021 bertujuan untuk meningkatkan perekonomian petani Kampung Bonti.

Kegiatan ini dilaksanakan tim yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti Rikah Octaviani yang merupakan ketua tim, berasal dari program studi (Prodi) Teknik Industri, Muhammad Rijal (Prodi Teknik Mesin), Haykal Dilfansyah (Prodi Teknik Elektro), Zhuhrah Rizqa Pratiwi Zainal (Prodi Agribisnis), dan Andi Fadhillah Auliah Ramadhani (Prodi Kimia). Mereka didampingi dosen dari Prodi Teknik Industri, Dr Syarifuddin Mabe Parenreng.
Tim PKM Unhas ini melakukan kegiatan penerapan Ipteks di wilayah Kampung Bonti, Kelurahan Balocci Baru, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, pada Jumat dan Sabtu (20-21/8). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring terbatas dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Meski akses satu-satunya menuju lokasi Mitra harus ditempuh dengan berjalan kaki dari jalan utama selama kurang lebih 2 jam melalui pegunungan dan lembah, namun ini tidak menyurutkan semangat dari tim pelaksana PKM-PI Unhas.
Mereka bahu-membahu bersama masyarakat dan juga Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pangkep Universitas Hasanuddin untuk membawa alat menuju lokasi mitra di Kampung Bonti. Selain teknologi masyarakat juga dibekali pengetahuan dan keterampilan melalui sosialisasi tentang tanaman porang dan pelatihan pengoperasian teknologi.
Kegiatan penerapan Ipteks ini dilatarbelakangi permasalahan mitra, yaitu petani porang Kampung Bonti. Meski porang kini menjadi komoditas mahkota Sulawesi Selatan, juga mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian Pertanian dan juga Presiden Republik Indonesia namun hingga saat ini mitra tidak memiliki pengetahuan dan juga teknologi untuk mengolahan lanjutan umbi porang.

Kampung Bonti mampu menghasilkan sekitar 20 ton porang tiap tahunnya hanya dapat menjual porang dalam bentuk umbi dengan harga relatif murah. Sehingga belum dapat secara optimal membantu perekonomian masyarakat. Mitra pun berharap bisa mengolah hasil tani mereka secara mandiri
Tim PKM-PI Unhas berharap dengan penerapan Ipteks ini dapat menjadi startpack yang bagus dan batu loncatan bagi petani porang Kampung Bonti untuk dapat mengambil peluang terhadap tingginya permintaan ekspor porang tiap harinya di Indonesia. Juga dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan petani kampung
Syarifuddin Mabe Parenreng selaku dosen pendamping dalam pelaksanaan kegiatan menyampaikan, kegiatan pelaksanaan Iptek ini diharapkankan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang dialami mitra dan dapat memberikan manfaat jangka panjang untuk petani porang Kampung Bonti. (rls)

Exit mobile version