Site icon Berita Kota Makassar

Eceng Gondok Mengancam, Korban Banjir Butuh Bambu dan Tali

SIDRAP, BKM — Banjir di Kabupaten Sidrap terus menjadi momok bagi warga yang berada di pesisir Danau Sidenreng.

Informasi terakhir, Senin (30/8) sekitar pukul 17.45 Wita, air terus menerus meninggi akibat luapan Danau Tempe, Wajo dan Danau Sidenreng, Sidrap. Rasa ketakutan terus menghantuinya, disebabkan tumbuhan liar gulma atau yang dikenal eceng gondok sudah mulai masuk ke pemukiman masyarakat seiring terus naiknya air.

Menurut warga setempat, Hj Megawati, menjelaskan air banjir naik hingga dua meter sore kemarin, dari hari sebelumnya hanya 1,5 meter.

Belum lagi eceng gondok juga sudah masuk di sela-sela kolong rumah warga.

“Kami saat ini butuh tali dan yang terpenting bambu untuk dipasang menghindari eceng gondok, agar rumah tidak bergeser terbawah air banjir,” ungkap Megawati, petang kemarin.

Sementara, empat kecamatan yang diguyur hujan deras secara terus menerus menyebabkan luapan mencakupi Kecamatan Panca Lautang, Tellu Limpoe, Watang Sidenreng, dan Dua Pitue, Sidrap.

Terparah terjadi di Kecamatan Panca Lautang, tepatnya di Kelurahan Wette’e.

Setidaknya, sudah lebih dari separuh rumah-rumah penduduk tergenang air. Yang terendam air paling parah yakni rumah warga dekat dengan bibir danau.

Air sudah hampir menyentuh lantai dasar rumah panggung yang mencapai tinggi rerata dua meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap Siara Barang, mengaku masih terus memantau perkembangan ketinggian air.

Begitupun update terbaru air bah sudah melebar di lima kecamatan.

“Kami masih mendata penduduk yang terdampak banjir. Apa saja dibutuhkan selama banjir berlangsung. Kami juga sudah menerima laporan terkait kebutuhan warga yang terdampak banjir, seperti bambu panjang dan tali,” jelas Siara Barang yang dihubungi terpisah, Senin petang.

Untuk menjaga-jaga hal-hal terburuk, pihak pemkab sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta unsur TNI-Polri agar berjaga-kaga di lokasi banjir.

“Termasuk mengimbau warga untuk mengungsi sementara di rumah kerabat dan keluarga. Terutama bagi ibu-ibu yang punya anak balita agar tidak terdampak buruk kesehatannya. Ini juga sudah kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan untuk menyiagakan petugas medis dan obat-obatan yang dibutuhkan para korban banjir,”tandasnya.

Banjir Kiriman

Ratusan rumah warga di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap kini terendam. Banjir kiriman tersebut dari Kabupaten Wajo dan Soppeng akibat luapan Danau Tempe dan Sidenreng, setelah wilayah ini diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir.
Ketinggian air mulai 50 sentimeter hingga 1,5 meter. Banjir terparah terjadi di pesisir danau perbatasan Kabupaten Sidrap dan Wajo.
H Longkeng, salah satu korban banjir di Kelurahan Wette’e mengatakan, air luapan danau Sidenreng dan Tempe masih terus naik. “Iya, ini banjirnya masih terus naik. Tadi pagi mulai tinggi hingga 1 meter lebih,” ucapnya, Senin (30/8).

Sementara itu, untuk beraktivitas, warga terpaksa menggunakan sampan dan didayung. Mereka juga masih khawatir banjir susulan terjadi.
Hal senada diungkapkan Bunga, salah satu korban banjir lainnya. Ia dan suaminya mencoba menyelamatkan harta benda dari bencana banjir. “Ya, beberapa perabot rumah tangga yang ada di kolong rumah kita selamatkan dari banjir. Ini airnya masih terus naik,” tandasnya.
Sementara itu, pemerintah setempat mencatat lebih dari 100 rumah warga dan 170 hektare lawan persawahan yang sudah ditanami pada terendam banjir. (ady/b)

Exit mobile version