MAKASSAR, BKM — Polrestabes Makassar akhirnya berhasil mengungkap motif penculian dan perampokan yang dilakukan tujuh orang kawanan pelaku terhadap sopir daring (online) di Makassar.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rahman didampingi Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando, saat menggelar press release terkait kasus ini, pada Senin sore (30/8), mengemukakan, sebelum menangkap otak penculikan lebih dulu ditangkap tiga orang pelaku penculikan dan penganiayaan di Makassar, masing-masing bernama Azis (53), warga Perumahan Hartaco, Harun (48), warga Jalan Andi Tonro, dan Abdu (41), warga Jalan Tanjung Alang.
Dari keterangan ketiga pelaku penculikan terhadap Arman (34) sopir online di Kota Makassar, kemudian unit Jatanras Polrestabes Makassar mengembangkan ke Jakarta dan menangkap otak penculikan bernama Nikita Apriani di Jalan Mampang, Jakarta Selatan. Dari keterangan Niki Kita anggota kembali menangkap rekan Nikita di Bandung, Bogor, serta di Jakarta, masing-masing Mahendra Menaya Selatan, Jakarta Barat, Abu Darda, Jalan Juhri Jakarta Barat, dan Mahaditan, Larangan Utara, Tangerang.
Dalam pemeriksaan, tiga orang tersangka yang ditangkap di Jakarta, mengemukakan, mereka melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap korban berawal mereka mendatangi korban di salah satu warkop di Jalan Sultan Alauddin. Kemudian merekamengajak korban dengan mobil taksinya keliling-keling sambil mengancam korban dengan senjata tajam.
Mereka lalu menutup muka korban lalu membawa sampai di perbatasan Provinsi Gorontalo. Para pelaku lalu menurunkan korban di tengah jalan tanpa busana. Saat itu, korban datang ke rumah warga di pegunungan dan meminta tolong diantar ke kantor polisi untuk mengamankan diri.
Kemudian korban pulang ke Makassar melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polrestabes Makassar. Barulah terungkap motif penculikan tersebut. Ternyata dipicu opersoalan asmara. Otak penculikan merasa sakit hati.
Kasat Reskrim juga menambahkan, otak penculikan dan penyekapan ini merupakan seorang perempuan bernama Nikita Apriani. Pengusaha asal Jakarta ini meminta kepada pelaku untuk menculik Arman karena sakit hati telah diputuskan.
Dengan demikian berarti Nikita adalah dalang di balik penculikan drive taksi online di Makassar. Yakni pelaku utama Nikita merasa sakit hati kepada korban. Artinya, Nikita dan Arman, saling kenal. Bahkan, ada hubungan asmara.
Tapi belakangan, hubungan mereka kandas di tengah jalan. Padahal, Nikita sangat mencintai sopir online itu. Akibatnya, Nikita merasa sakit hati ke Arman dan ingin melakukan pembalasan.
”Antara pelaku dan korban ini pacaran tetapi, istri korban tahu dan memarai pelaku serta ia melapor ke orang tua korban. Sehingga, ibu pelaku pun memarahi pelaku dan meminta agar pisah. Pelaku tak terima dan balas dendam dengan menculik korban,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar.
Kini, tujuh kawanan pelaku dan barang buktinya berupa satu unit gawai merek Samsung, satu unit gawai merek Oppo, satu unit mobil Xenia, dan sebilah badik diamankan untuk kepentingan penyidikan. (jul-ish/b)
