Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov Izinkan 21 Daerah Gelar PTM

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengizinkan kembali pertemuan tatap muka (PTM) di sekolah pada sejumlah daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3. Meski begitu, pelaksanaannya secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 37 tahun 2021. Di Sulsel setidaknya ada 21 kabupaten/kota yang masuk dalam PPKM level 1-3. Yakni Kabupaten Luwu Utara, Pangkajene Kepulauan, Kota Palopo dan Parepare, Kabupaten Tana Toraja, Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Maros, Pinrang, Sidenreng Rappang, Sinjai, Soppeng, Takalar, Toraja Utara, dan Wajo. Sementara Makassar tidak termasuk.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan, PTM di sejumlah daerah ini harus benar-benar diperhatikan dari protokol kesehatan. Jangan sampai lengah sehingga bisa menimbulkan klaster. “Sudah, boleh. Sudah beberapa bulan. Dalam beberapa minggu terakhir ini sudah bisa PTM, khusus untuk zona yang diizinkan level 1, 2, dan 3,” terangnya, Senin (30/8).
Untuk prokesnya, Sudirman menyebut kapasitas tidak boleh melebihi kuota 30 persen dari jumlah kursi yang ada. Siswa juga tidak belajar selama sepekan penuh. “Sudah lama, boleh. Ini baru perpanjangan. Mulai hari ini boleh. Kemarin juga sudah ada kok 30 persen. Kemarin di Sinjai pembelajaran tatap muka. Juga Selayar melaporkan iya. Bulukumba juga sudah ada. Soppeng sudah lama. Sudah banyak. Harus kita tegaskan PTM saja untuk PPKM Level 1, 2, 3,” pungkasnya.

Genjot Vaksinasi

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan bekerja sama Badan Intelijen Negara (BIN) menggenjot vaksinasi di kalangan akan usia sekolah. Khusus untuk tingkat SMP, pencanangan vaksinasi massal untuk usia 12-18 tahun pada 14 Juli lalu dipusatkan di Sekolah Menengah Pertama (SMPN) Negeri 40 Jalan Aroepala Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Rappocini. Pada saat itu, tercatat 12.50 siswa SMP berhasil divaksinasi.
Setelah sempat tertunda beberapa waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar akan kembali menggelar vaksinasi untuk jenjang SMP di Kota Makassar pada hari ini, Selasa (31/8). Kali ini disiapkan sebanyak 10.000 dosis untuk vaksin tahap pertama, menyasar 11 sekolah di Kecamatan Mamajang, Mariso dan Tamalate (Mamarita/Dapil V). Masing-masing 5.000 disiapkan oleh BIN, dan 5.000 lainnya disiapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Vaksinasi tersebut ditargetkan rampung sehari. “Ini untuk persiapan tatap muka anak SMP. Ada 11 sekolah, 11 titik. Didukung oleh satu tim vaksinator 1 sekolah ada 6 orang vaksinator (satu tim),” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar Nielma Palamba.

Nielma mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan vaksinasi. Per vaksinator disebutnya mampu menyuntikkan kurang lebih 200 dosis. “Kita sudah siapkan sasaran vaksinnya satu sekolah 100 ada 500 secara serentak hari Selasa di Kecamatan Mamarita,” terangnya.
Nielma melanjutkan, ke depannya vaksinasi untuk siswa SMP akan menyasar per dapil. Setelah Mamarita pihaknya akan melanjutkan vaksinasi di dapil 1 Rappocini, Makassar dan Ujung Pandang.
“Sasaran saya per dapil. Jadi istilahnya untuk memudahkan itu, makanya saya gunakan dapil,” pungkasnya.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengemukakan, khusus untuk vaksinasi pelajar, diharapkan bisa rampung secepatnya sambil Pemkot Makassar terus berupaya mempersiapkan proses pembelajaran tatap muka.
Saat ini, Kota Makassar sudah berada pada status zona oranye. Seperti diketahui, Pemerintah Pusat sudah memberikan lampu hijau kepada pemerintah daerah untuk menyelenggarakan proses pembelajaran tatap muka (PTM) dengan syarat status pandemi covid-19 pada zona hijau hingga oranye.

Namun, proses PTM yang bisa dilakukan adalah secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, harus mengacu pada SKB empat menteri diantaranya Menteri Kesehatan, Mendikbud Ristek, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid -19. Pemkot sudah membuat perangkat aturan yang harus dilakukan sebelum proses PTM berlangsung di Makassar.
Selain vaksinasi anak usia 12-18 tahun, kata Danny, pihaknya juga mempersiapkan sekitar 200 ribu antigen untuk pemeriksaan para siswa sebelum mengawali proses PTM. “Ada sekitar dua ratus ribu antigen yang saya siapkan untuk mengawal anak-anak yang akan melakukan pembelajaran tatap muka,” ungkap Danny belum lama ini.
Selain itu, seluruh guru sudah melakukan vaksinasi. Aturan ketat untuk penerapan protokol kesehatan dalam lingkungan sekolah juga sudah disiapkan. Misalnya dalam sekali proses tatap muka, maksimal hanya 50 persen yang ikut belajar di kelas. Sementara siswanya mengikuti pembelajar secara daring. (jun-rhm)

Exit mobile version