Site icon Berita Kota Makassar

Polisi Selidiki Kematian Perwira Polri

MAKASSAR, BKM — Aparat kepolisian Polsek Biringkanaya menyelidiki penyebab kematian seorang anggota Polri yang meninggal di panti pijat di kawasan kompleks Kima Square Blok E Nomor 12, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya.

Kapolsek Biringkanaya, Kompol Rujiantonto, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian pria berinisial EP (41), yang merupakan anggota Polres Asmat Polda Papua tersebut.
Dikatakan, berdasarkan dari keterangan saksi, kala itu korban datang hendak melakukan pijatan terapi. Namun sebelum dipijat, korban menunggu di ruang lobi.
”Kalau dari keterangan saksi bahwa saat korban datang di tempat pijatan pada Jumat (27/8). Korban sedang menunggu di ruang lobi karena saat itu lagi antrean pijatan terapi. Korban mengaku bahwa dirinya pusing. Dan tidak lama kemudian keluar busa dari mulut korban serta mual-mual. Saksi pun terkejut. Selanjutnya saksi mengantar korban ke Rumah Sakit Umum Daya. Namun Tuhan berkehendak lain. Nyawa korban tak tertolong,” kata Kapolsek menirukan keterangan saksi.

Kapolsek melanjutkan, dari kejadian itu, Polsek Biringkanaya mendapat informasi kemudian turun melakukan penyelidikan dengan mengambil keterangan saksi serta mengidentifikasi korban.
”Hasil identifikasi, korban diketahui merupakan seorang anggota Polri berpangkat Ipda yang bertugas di Polres Asmat Polda Papua, beralamat di Telkomas Makassar. Korban datang di tempat pijat Srikandi untuk terapi. Karena korban memiliki riwayat penyakit. Pasalnya, korban sudah dua tahun di Makassar dengan tujuan mengobati penyakit yang dideritanya, yakni gagal ginjal,” kata Kapolsek, Minggu (29/8).

Meski begitu, kata Kapolsek, untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban, pihaknya menyelidiki dengan mengambil keterangan pihak pemilik pijat terapi dan Rumah Sakit Umum Daya.
”Jadi kami masih menyelidiki penyebab kematian korban dengan mengambil keterangan pihak pemilik pijat terapi dan RSU Daya,” pungkasnya. (ish/b)

Exit mobile version