PARTAI Golkar Bulukumba barus aja menggelar musyawarah daerah (musda) di Pantai Bira, Kecamatan Bontobahari, Minggu (29/8).
Hanya saja, musda tersebut memunculkan kericuhan hingga berbuntut pada penyegelan kantor Golkar.
Andi Mallanti salah satu mantan pimpinan kecamatan (Pincam) Kindang, langsung menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Partai Golkar Bulukumba, di Jln. Jendral Sudirman, Kecamatan Ujung Bulu. Dia mengaku bahwa dirinya tak diundang diacara musda.
“Saya sudah 40 tahun jadi pengurus Golkar, tapi nanti dipengurusan Taufan Pawe baru begini kondisi musda Golkar. Jadi, saya liat pak Taufan justru membuat kader terbelah. Bahkan banyak keputusan-keputusan yang melanggar AD/ART di biarkan begitu saja,akhirnya kader kecewa dan terjadi kegaduhan,” terang Andi Mallanti disalah satu warkop, Senin (30/8).
Bahkan dalam orasinya, Andi Mallanti meminta Taufan Pawe agar angkat kaki dari Bulukumba.
Mantan Ketua Golkar Bulukumba Andi Hamzah Pangki juga mengaku bahwa dirinya sebagai calon juga tidak mendapatkan undangan dari panitia musda.
“Ia benar saya tidak diundang oleh panitia, padahal kan saya juga calon ketua”, ungkap Hamzah Pangki.
Dia juga mengaku, bahwa bukan hanya dirinya selaku calon yang tak diundang, tapi calon lain seperti, Puang Sukri, Irwan Nasir, Nasri Taba dan H. Abu Thalib juga tidak diundang.
“Inikan aneh, syarat 30% saya sudah penuhi. Tapi saya tidak dapat undangan Fit and Propert Test”, kesal Hamzah yang pernah maju sebagai claon bupati ini.
Hal sama juga dialami oleh Irwan Nasir. Calon ketua Golkar ini juga tidak diundang untuk hadir di musda.
” Saya juga calon ketua, tapi tidak diundang dinda”, kata Irwan Nasir.
Ketua panitia H. Arkam Bohari mengatakan bahwa musda Golkar berjalan sesuai dengan aturan.
“Jadi begini, peserta yang diundang itu hanya pemiliki suara, terkait pimpinan kecamatan yang merasa tidak diundang itu karena mereka bukan lagi ketua. Masa pengurusannya sudah berakhir”, ungkap Arkam.
Diapun mengatakan, jika ada pihak yang tidak menerima musda, dia menyarankan untuk melayangkan aduan ke Mahkamah Partai.
“Kalau memang ada yang merasa musda Golkar melanggar aturan, yah silahkan layangkan aduannya ke Mahkamah Partai”.tantangnya.
Seperti diketahui, Nirwan Arifuddin ditetapkan sebagai Ketua Golkar Bulukumba pada musda.
Usai terpilih, Nirwan menegaskan komitmennya membesarkan Partai Golkar Bulukumba. Ia pun menargetkan memenangkan semua event politik di Pemilu 2024.
“Ini amanah berat, tetapi saya berkomitmen untuk membawa Golkar menang di semua event politik,” kata Nirwan. (min/rif/c)
