MAKASSAR, BKM–Musim hujan di Kota Makassar diprediksi akan mulai pada September 2021. Curah hujan diperkirakan akan meningkat lantaran adanya fenomena iklim global La Nina.
Efek fenomena La Nina sudah terjadi di Indonesia sejak Oktober 2020, yang ditandai dengan peningkatan curah hujan secara drastis, serta diikuti dengan bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor di beberapa wilayah.
Sekertaris Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli menilai langkah tepat yang dilakukan ialah melakukan pengerukan serta perombakan skala besar-besaran untuk menghadapi dampak La Nina seperti banjir.
“Iklim dan geologis Kota Makassar sangat rentan dengan banjir, jadi saya meminta khususnya Dinas Pekerjaan Umum untuk terus melakukan pengerukan drainase untuk pengangkatan sanitase dan juga perbaikan secara besar-besaran”, jelas Fasruddin Rusli.
Menurut Acil sapaan akrabnya, selain bencana banjir yang menjadi langganan musim penghujan, angin kencang juga sering terjadi pada musim ini.
Acil menyebutkan, pemerintah juga harus memperhatikan dan mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi seperti pohon tumbang akibat angin kencang.
“Otomatis kalau musim hujan, angin kencang datang juga. Jadi saya berharap terutama di Belade untuk mengecek kembali pohon-pohon yang tua, kalau bisa segera ditumbangkan, takutnya akan tumbang jika tidak dikerjakan dan itu mengganggu nantinya”, katanya.
Di tempat terpisah, Dinas Sosial Sulsel telah menyalurkan bantuan logistik bencana ke tujuh kabupaten yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut disalurkan ke kabupaten Sidrap, Soppeng, Bone, Wajo, Palopo, Luwu dan Luwu Utara. Bantuan itu dibawah oleh Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Muhammad Hasan Basri Ambarala.
Diketahui, beberapa waktu lalu bencana banjir melanda beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah Plt. Kadis Sosial bersama tim siaga bencana tiba di lokasi posko dan menyerahkan bantuan kepada tim posko daerah,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Selasa (31/8).
Adapun pengiriman logistik ke daerah bencana yakni berupa logistik pangan dan perlengkapan sementara. Tim Dinsos Sulsel untuk bantuan mengirimkan 1 unit mobil truck dan 3 unit mobil ranger dengan nilai total bantuan Rp 307 juta.
Ditambahkan, Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Muhammad Hasan Basri Ambarala bahwa penyaluran bantuan ini atas instruksi dari Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
“Ini merupakan perintah langsung dari Bapak Plt Gubernur kepada saya langsung terjun di 7 kabupaten/Kota yang tertimpa bencana,” terangnya. (jun)
