Site icon Berita Kota Makassar

Basmin Resmikan Rumah Kurcaci

BELOPA, BKM — Rumah Sakit Umum Daerah Batara Guru (RSBG) Belopa membangun dua unit Rumah Kurcaci yang dibangun dibelakang RS dan diresmikan pemanfaatannya oleh Bupati Luwu, H Basmin Mattayang, Senin (30/8).

Rumah Kurcaci merupakan rumah tunggu atau tempat istirahat bagi keluarga pasien. Pembangunan rumah tunggu ini dinilai bupati sebagai salah satu langkah dalam menyikapi berbagai keluhan masyarakat ditengah situasi pandemi Covid-19 khususnya di bidang kesehatan.

“Rumah Kurcaci adalah bentuk kemitraan dan partisipasi Bank BRI Cabang Palopo, Rumah Kurcaci ini kita manfaatkan sebagai rumah tunggu bagi keluarga pasien yang terimbas Covid-19. Inilah usaha-usaha pemerintah mencari solusi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang nyaman bagi masyarakat”, kata H Basmin.
Pembangunan dua unit Rumah Kurcaci berukuran 5×7 meter dan 4×5 meter, berasal dari Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BRI dan dana swadaya dari Staf RSBG, pada kesempatan itu, Bupati Luwu mengucapkan terima kasih atas partisipasi tersebut.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Bank BRI dan perawat RS yang ikhlas menyumbangkan sebagian rezekinya demi kepentingan bangsa dan negara. Khusus kepada direktur RS, saya menyampaikan apresiasi atas kinerjanya yang banyak membawa perubahan terutama bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan secara optimal,” lanjut H Basmin.

Direktur RSBG, dr Daud Mustakim menjelaskan, pembangunan rumah kurcaci didasari atas realita yang dilihatnya selama ini, dimana setiap hari keluarga pasien istirahat di koridor-koridor rumah sakit sambil menunggu keluarga mereka yang menjalani perawatan
“Sebelum pandemi Covid-19 ada, setiap saya berkeliling di area RS khususnya di perawatan bayi, kamar bersalin dan ICU banyak keluarga pasien beristirahat bahkan sampai tertidur di koridor RS karena memang di ruangan itu tidak boleh pasien dan keluarga berada dalam satu ruangan,” ujar dr Daud.

Rumah tunggu RSBG bisa digunakan keluarga pasien yang berasal dari daerah terpencil dan dari luar Kabupaten Luwu untuk menginap secara gratis, apalagi dilengkapi dengan fasilitas listrik, kamar mandi, dan televisi
“Rencana jangka panjang kita akan membangun sepuluh (10) unit rumah tunggu untuk digunakan beristirahat oleh keluarga pasien yang datang dari jauh atau dari luar Kabupaten Luwu,” ungkap dr Daud. (rls)

Exit mobile version