TAKALAR, BKM — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membidik Kabupaten Takalar sebagai salah satu daerah percontohan peternakan unta dan perkebunan pohon kurma.
Rencana peternakan Unta dan perkebunan pohon kurma tersebut menyusul setelah pihak Kerajaan Arab Saudi melalui penasihat Duta besar Arab Saudi untuk Indonesia Syeikh Saleh Abdullah Al Rajhi melaksanakan kunjungan kerja baru-baru ini di Kabupaten Takalar.
Untuk menindaklanjuti rencana tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Takalar, H Achmad Daeng Se’ re dan Menteri Pertanian, H Syahrul Yasin Limpo serta Duta Besar Kerajaan Arab saudi tengah membahas agenda tersebut di kantor Kementerian Pertanian di Jakarta.
”Saat ini, Kami tengah membahas rencana pembangunan peternakan unta dan penanaman pohon kurma dengan pak menteri bersama pihak kedutaan Arab Saudi. Dan wilayah yang akan dipilih menjadi lokasi pembangunan peternakan unta dan penanaman pohon kurma adalah Kecamatan Mangngarabombang,” kata Wabup Takalar, H Achmad Se’re kepada BKM melalui gawainya, Selasa (31/8).
Wabup Takalar berharap banyak, rencana tersebut dapat terealisasi dengan baik. Sehingga peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Takalar, khusus pihak petani dan peternak dapat meningkat.
”Mohon doanya agar agenda ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan oleh pak menteri bersama Pemerintah Kabupaten Takalar. Karena dengan terciptanya rencana ini, tentu akan meningkatkan perekonomian masyarakat Takalar dan sekitarnya,” harap H Achmad Se’re.
Sementara itu, Staf Khusus Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Andi Arlin yang dikonfirmasi via ponselnya juga membenarkan agenda tersebut dan mengatakan pula bahwa saat ini Wabup Takalar dan Menteri Syahrul Yasin Limpo dengan Syaikh Shaleh Al Rajhi dari Saudi Arabia tengah membahas rencana pembangunan peternakan unta dan penanaman pohon kurma.
”Kami sedang membahas rencana itu. Semoga kedua agenda tersebut dapat terealisasi dengan baik, karena pihak kedutaan Saudi Arabia telah meninjau salah satu lokasi di Kabupaten Takalar,” kata Andi Arlin. (ira/c)
