MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang dipimpin Airlangga Hartarto telah mengeluarkan diskresi untuk Indah Putri Indriani yang juga Bupati Luwu Utara agar dapat maju di musyawarah daerah (musda) Partai Golkar.
Surat diskresi tersebut diteken langsung Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto.
Hal itu disampaikan ketua Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Partai Golkar, Muhammad Baliah. “Untuk musda Golkar Luwu Utara, diskresi dari DPP sudah keluar untuk ibu Indah Putri Indriani,” ungkap Baliah.
Dia menambahkan, salah satu pertimbangan mendasar DPP memberikan diskresi kepada Indah Putri Indriani, karena Indah adalah kandidat usungan Golkar pada pilbup 9 Desember 2020 yang lalu.
“Hanya untuk satu nama (Indah.red) dan diskresi itu sepenuhnya adalah kewenangan ketua umum,” tegas Baliah.
Sekedar diketahui, jelang pelaksanaan musda Golkar Luwu Utara ada dua bakal calon yang mendaftarkan untuk maju bertarung di arena musda. Mereka adalah Indah Putri Indriani dan Arifin Junaedi.
Hanya saja baik Indah dan Arifin keduanya harus mengantongi diskresi dari ketua umum Partai Golkar untuk bisa masuk kedalam arena musda, karena keduanya sama-sama tidak memenuhi syarat pencalonan sesui aturan dalam AD/ART partai dan petunjuk pelaksanaan nomor 2 tahun 2020 tentang penyelenggaraan musda Partai golkar di daerah.
Sebelumnya hal itu juga telah ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP) saat fit and propertest calon ketua Golkar Luwu Utara di kantor Golkar Sulsel (25/6) yang lalu.
TP menjelaskan Arifin Junaedi memang adalah kader senior Golkar, hanya saja Arjuna pernah hijrah ke partai lain (PAN.red), sedangkan Indah Putri Indriani belum lima tahun berstatus sebagai kader partai berlambang beringin rimbun itu.
Sebelumnya, Bupati Enrekang Muslimin Bando juga telah menerima diskresi dari Airlangga Hartarto agar bisa kembali maju di musda Golkar. (rif)
