MAROS, BKM — Jajaran pengurus KONI Kabupaten Maros kembali menggelar rapat pleno kedua tahun 2019, di aula kantor KONI Maros, Jalan Asoka No 7 Maros, Rabu (1/9).
Rapat dipimpin langsung Ketua KONI Maros, AKBP Muliady Haryo CH beragenda rapat pleno pengurus terkait pembahasan dan penetapan hasil tim reshuffle pengurus yang dianggap kurang aktif serta membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan KONI tahun 2021. Termasuk segala agenda dan persiapan dalam rangka menyambut even-evan kegiatan Poprov yang diadakan di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba 2022 mendatang.
Terkait reshuffle, Ketua KONI Maros dihadapan seluruh pengurus menguraikan hasil kerja lima tim resshufle pengurus koni yang dipilih pada rapat pleno pertama yang dipercayakan bekerja untuk melakukan reshuffle penyusunan pengurus baru guna menormalisasi dan penyegaran pengurus menghadapi kegiatan even even ke depan masing-masing Sofyan, H Suharto Latif, Ansar Mugenang, Marjan Massere, dan H Ahmad Daud.
Mantan perwira dua melati ini menyampaikan harapan agar ditahun 2022 mendatang agar seluruh pengurus tetap melakukan berbagai kegiatan untuk sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
”Silakan bekerja sesuai tupoksi terutama berhubungan pengembangan bidang olahraga di Kabupaten Maros,” harap Muliady.
Untuk itu, ketua KONI menghendaki ditahun 2021 dan 2022 harus ada perencanaan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Di samping perlunya sinergitas dengan pemerintah daerah untuk upaya keberadaan sarana prasarana dalam menunjang pengembangan bidang olahraga.
”Pengembangan olahraga yang dilakukan tanpa didukung sarana prasarana tentunya mustahil,” jelas mantan Kabag (Ops) Polres Maros.
Sementara itu, Ketua Tim Reshuffle KONI Maros, Sofyan, mengatakan, dari rapat koordinasi yang pernah dilaksanakan sebelumnya terkait pembentukan tim reshuffle sudah bekerja maksimal berdasarkan kriteria yang sudah disepakati pada tapat sebelumnya.
Hasilnya, keputusan tim ini juga sudah dilakukan rapat kecil untuk mengambil keputusan yang betul betul adil tanpa ada campur tangan para petinggi koni lainya termasuk ketua koni. Pada keputusan ini tim telah mengumumkan nama pengurus yang dianggap cakap dan layak pada posisinya dan beberapa kriteria reshuffle adalah adanya pengurus yang telah meninggal dunia dan pindah tugas di kabupaten lain.
”Tim kami sudah bekerja sesuai prosedur serta kriteria yang menjadi penilaian keaktifan para pengurus KONI selama periode ini,” ujar Sofyan.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Maros, Suharto, mengatakan, sejak tahun 2020 KONI Maros terus memaksimalkan pembinaan cabang olahraga (Cabor) yang berada di bawah kendali KONI Maros.
”Mereka yang prestasi berhak diikutkan pada even-even kejuaraan. Sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran serta dana yang tersedia bisa dipergunakan secara efektif dalam melakukan pembinaan terhadap atlet yang telah disiapkan,” tandasnya. (ari/c)
