GOWA, BKM — Dari 1.000 peserta yang ditargetkan terlayani vaksinasi yang dilaksanakan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa, Kamis (2/9), ternyata pendaftar sudah mencapai 1.020 orang. Karenanya, pihak Kejari Gowa pun mempersiapkan lebih dari 1.000 dosis vaksin.
Hingga pukul 10.56 Wita, peserta pendaftar terus mengalir dan dilayani puluhan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Gowa dan Puskesmas Somba Opu.
Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Yeni Andriani, di sela pelaksanaan vaksinasi di pelataran kantornya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang datang dan mendaftar vaksin.
”Kami target 1.000 warga termasuk 45 tahanan kejaksaan. Jika peserta melebihi 1.000 nanti, dan ternyata pendaftar sudah capai 1.020 orang dan mungkin akan bertambah lagi. Makanya kami siapkan dosis tambahan yang difasilitasi Pemkab Gowa melalui Dinkes,” jelas Yeni Andriani.
Ikut divaksinnya para tahanan ini menurut Yeni Andriani, sebagai bentuk kepedulian dan kesiagaan pihaknya menjaga kesehatan para tahanan.
”Jadi selain divaksin, para tahanan ini juga telah kami swab PCR. Tujuannya, agar mereka dalam kondisi sehat untuk menjalani masa persidangan,” tambah Kajari Gowa.
Kegiatan vaksinasi di Kejaksaan ini turut dipantau Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, Kadis Kesehatan Gowa, Hasanuddin serta Camat Somba Opu, Agussalim dan sejumlah lurah lingkup Pemerintah Kecamatan Somba Opu.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, mengatakan, dengan terlaksananya vaksinasi di lingkup kejaksaan ini akan menambah percepatan terwujudnya herd immunity (kekebalan kelompok) di Gowa.
”Kita berharap pada Desember mendatang, Gowa sudah mencapai 70 persen masyarakatnya (539.000 jiwa) yang tervaksin sehingga kekebalan kelompok bisa tercipta segera. Kami atasnama pemerintah mengucapkan terimakasih atas dukungan dan partisipasi pihak Kejaksaan melaksanakan vaksinasi ini. Kami juga mengapresiasi upaya Kejaksaan menvaksin para tahanan yang ada. Dan kita berharap para tahanan nanti setelah menjalani masa tahanan dapat kembali ke tengah masyarakat dan hidup layak dan normal serta sudah memiliki antibody yang baik,” jelas Wabup Gowa.
Wabup Gowa juga menyatakan bersyukur karena berkat percepatan-percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah kabupaten maka jika dua minggu lalu Gowa berada pada urutan terendah vaksin, maka kini Gowa sudah berada pada urutan 10 dari 24 kabupaten kota di Sulsel yang melaksanakan vaksinasi.
Pelaksanaan vaksinasi di Kejaksaan Negeri Gowa terpantau sangat tertib dan jauh dari kerumunan. Hal itu disebabkan pihak kejaksaan melakukan pembagian sesi bagi peserta vaksin yang datang.
Kasi Intelejen Kejari Gowa, Andi Faiz Alfi Wiputra, mengatakan, agar terhindar dari kerumunan saat kegiatan vaksinasi maka pihaknya memberlakukan tiga sesi pelayanan vaksinasi untuk masyarakat.
”Jadi kami bagi tiga sesi pelayanan. Dimana sesi satu datang vaksin pada pagi lalu sesi dua siang hari dan sesi tiga sore. Dengan model ini, potensi kerumunan tidak ada. Jadi yang warga yang masuk sesi siang atau sore, tidak datang pagi,” jelas Andi Faiz. (sar)
