Site icon Berita Kota Makassar

APBD Perubahan Sulsel Turun Rp372,04 M

MAKASSAR, BKM — Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun anggaran 2021 telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, akhir pekan lalu.

Adapun pendapatan daerah secara kumulatif mengalami penyesuaian menjadi sebesar Rp10,40 triliun lebih yang terdiri dari PAD sebesar Rp.4,72 triliun lebih, dana transfer sebesar Rp.5,53 triliun lebih, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.150,74 miliar lebih.
Hal ini turun dibandingkan dengan target pendapatan daerah pada APBD Pokok lalu yang ditetapkan sebesar Rp 10,78 triliun lebih. Penurunan terjadi Rp372,04 miliar lebih atau sebesar 3,45 persen.
Sedangkan dari sisi belanja daerah pada perubahan APBD 2021 ini, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,76 triliun lebih. Jika dibandingkan dengan komposisi belanja daerah pada APBD Pokok yang lalu, rencana belanja ini mengalami penurunan sebesar Rp1,28 triliun lebih atau sebesar 10,66 persen. Rencana belanja daerah pada rancangan perubahan APBD Tahun 2021 terdiri dari belanja operasional sebesar Rp7,20 triliun lebih, Belanja modal sebesar Rp1,69 triliun lebih, Belanja tidak terduga sebesar Rp144,88 miliar lebih dan belanja transfer sebesar Rp.1,72 triliun lebih.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama Ketua DPRD Sulsel, A Ina Kartika Sari, telah menandatangani nota kesepakatan terhadap KUA -PPAS tahun anggaran 2021 di kantor di DPRD Sulsel.
Andi Sudirman Sulaiman menyebutkan rancangan KUA-PPAS Perubahan APBD TA 2021 yang telah disetujui dan ditandatangani bersama. Hal ini telah melalui proses pembahasan yang sungguh-sungguh, intensif dan telah menghasilkan banyak perbaikan dalam rangka penyempurnaan yang diharapkan mampu menjadi formula guna menjaga momentum pencapaian pertumbuhan pada kuwartal II tahun 2021 ini di tengah pandemi covid-19 yang masih berlanjut.
“Secara khusus saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada badan anggaran dan segenap pimpinan serta anggota DPRD Provinsi Sulsel yang telah bekerja keras merampungkan pembahasan rancangan KUA-PPAS perubahan APBD Provinsi Sulsel 2021,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Ia menambahkan, pandemi ini selain menjadi tantangan, pada bagian lain juga menjadi momentum untuk melakukan upaya-upaya strategis dalam bentuk inovasi guna dapat tetap membangkitkan geliat perekonomian serta tetap menjaga eksistensi pelayanan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam bingkai kewenangan yang ada.
“Oleh karena itu, kekuatan sinergitas dan kesatupaduan dalam kultur kita, menjadi modal dasar untuk menjaga Sulawesi Selatan tetap tampil sebagai daerah yang memberikan andil besar khususnya pada kawasan timur Indonesia dalam pencapaian target pembangunan secara nasional,” sebutnya.
Andi Sudirman juga memberikan gambaran dan memberikan review kembali bahwa dalam rancangan KUA dan PPAS Perubahan ini sangat dipengaruhi oleh menurunnya kondisi ketidakpastian akibat dampak pandemi covid-19 yang telah setahun lebih melanda kita.

“Tentunya berdampak signifikan terhadap penerimaan pendapatan daerah, pandemi juga mempengaruhi penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Penyesuaian tersebut karena adanya penyesuaian pendapatan daerah setelah dilakukan evaluasi pencapaian target pada semester I yang lalu.
Sebagai tahapan selanjutnya setelah penandatanganan Nota Kesepakatan ini, diajukan rancangan peraturan daerah tentang APBD Perubahan.

“Untuk itu mengimbau kepada segenap jajaran OPD untuk tetap bersinergi dengan TAPD untuk perampungan RAPBD Perubahan, sehingga dapat diajukan sesegera mungkin, tanpa mengabaikan beberapa catatan yang disampaikan oleh tim kerja banggar dan juru bicara masing-masing fraksi,” pungkasnya. (jun)

Exit mobile version