Site icon Berita Kota Makassar

PTM Dibuka Minggu Ketiga September

MAKASSAR, BKM — Hingga saat ini Pemerintah Kota Makassar belum menetapkan kapan proses pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilaksanakan. Namun, berbagai persiapan telah dilakukan.
Selain memastikan seluruh tenaga pengajar sudah divaksin, pemkot bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) juga memassifkan vaksinasi untuk anak sekolah, dengan kriteria 12-18 tahun. Sesuai dengan kewenangan Pemkot Makassar, maka vaksinasi anak sekolah difokuskan pada siswa SMP. Sementara SMA menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan juga sudah turun melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah guna memastikan kriteria atau persyaratan sekolah tatap muka dipenuhi. “Kita sudah turun serentak periksa daftar sekolah hingga ke level pendidikan anak usia dini atau PAUD untuk mengecek kesiapan PTM,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Amalia Malik, akhir pekan lalu.
Menurut Amalia, pihaknya mengacu pada SKB (surat keputusan bersama) tiga menteri yang sudah ditetapkan sejak beberapa waktu lalu. Selain itu, ada aturan jika PTM diperbolehkan jika status zona di Makassar sudah aman, dan jika penerapan PPKM paling tidak berada pada level III. Itupun nantinya, PTM akan dilaksanakan secara terbatas sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, epidemiolog Ansariady menggambarkan status kondisi covid saat ini di Kota Makassar. Dia mengemukakan, setelah penerapan PPKM level IV di Makassar, kasus covid-19 berangsur-angsur menurun. Berbeda saat Juni hingga Juli lalu dimana angka terkonfirmasi covid-19 sangat mengkhawatirkan.
Kendati angka secara umum menunjukkan penurunan, kata Ansariady, ada sejumlah kecamatan yang menunjukkan angka penularan masih cukup tinggi. Di antaranya Rappocini, Panakkukang, Manggala, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Tamalate. “Berbanding lurus dengan jumlah penduduk di wilayah-wilayah tersebut,” kata Ansariady.
Dia pun mengusulkan jika memang Pemerintah Kota Makassar ingin membuka proses PTM, maka sebaiknya dilakukan secara bertahap. Dimulai dari wilayah dengan angka terkonfirmasi positif covid kecil. Selain itu, tambahnya, perlu ada koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel terkait jenjang pendidikan apa dulu yang akan dibuka.
Namun, dia mengusulkan jenjang SMP dan SMA yang didahulukan. Nanti menyusul SD dan PAUD.
Tapi walaupun SMA menjadi kewenangan Pemprov Sulsel, tetap harus ada kerja sama antara kota provinsi karena sebagian besar SMA ada di Kota Makassar.

Dinas Pendidikan Kota Makassar sudah menggelar rapat melibatkan perwakilan SD, SMP, MKKS dan K3S untuk membahas rencana persiapan sekolah tatap muka (PTM), pekan lalu. Menurut Amaliah, rapat itu untuk meminta masukan atau usulan dari berbagai stakeholder terkait untuk melengkapi isi Peraturan Wali Kota (Perwali) yang akan disusun.
“Kan kita lagi susun perwalinya. Kita meminta masukan dari berbagai pihak. Ada beberapa poin yang diusulkan. Itu nantinya untuk melengkapi sistem kurikulumnya bagaimana, proses pembelajarannya berapa lama. Jadi masih hasil diskusi. Masih usulan. Bukan juga notulen,” kata Amalia.
Adapun usulan yang mengemuka dalam rapat, di antaranya rencana PTM akan dibuka September 2021, minggu ketiga sambil menunggu surat edaran wali kota.
Usulan lain terkait siswa yang masuk hanya 30 persen per tahap. Tahap l pukul 07.30-09.30 Wita, tahap II pukul 10.00-12.00 Wita, tahap III pukul 12.30-14.30 Wita (jika dibutuhkan). Masing-masing dua jam per sesi dengan protokol kesehatan ketat 5M.

Siswa yang ikut PTM adalah mereka yang diizinkan oleh orangtuanya, dibuktikan dengan surat pernyataan. Semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) harus ada di sekolah. Tidak ada lagi piket khusus di sekolah. Bagi PTK yang pulang kampung harus dipanggil kembali dan diabsen serta diisolasi mandiri, selanjutnya yang bersangkutan tidak diizinkan untuk keluar daerah selama PTM berlangsung.
Semua PTK harus divaksin, kecuali ada penyakit dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter. Bila ada siswa terpapar di sekolah, sekolah akan ditutup selama dua minggu. Ketersediaan toilet di sekolah, perbandingan 1 toilet : 50 siswa, dengan air yang lancar.

Semua meja, kursi, pintu harus disemprot disinfektan setiap hari. Pengantar dan penjemput siswa tidak diperkenankan untuk masuk ke lingkungan sekolah. Pembelajaran daring tetap dijalankan bagi siswa yang tidak diizinkan PTM oleh orang tuanya. (rhm)

Exit mobile version