MAKASSAR, BKM–Anggota DPRD Kota Makassar mendukung langkah Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dalam rencananya membangun sirkuit balap dan gedung olahraga (GOR) di kelurahan untia, kecamatan Biringkanayya.
Ketua komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir, mengatakan, pada prinsipnya, pihaknya mendukung pembangunan tersebut karena dianggap menjadi kebutuhan mendesak.
“Sirkuit itu kami amggap kebutuhan dalam rangka menyalurkan minat dan bakat anak-anak, suka atau tidak banyak anak menyalurkan adrenaline di jalan raya potensi kecelakaan dan mengganggu orang sangat besar,” ungkapnya.
Ia menanggapi estimasi kebutuhan proyek hingga Rp100 miliar lebih dianggap bukan menjadi masalah, bahkan ia menganggap itu hal yang wajar.
Terlebih, kehadiran sirkuit itu diharapkan mampu menekan angka kecelakaan akibat balap liar yang kerap terjadi.
“Coba bayangkan kalau anak kita menyalurkan adrenaline di jalan raya yang berpotensi mencelakakan orang atau diri sendiri, kasian mereka. Olehnya kita dorong pemerintah hadir untuk menyalurkan aspirasi mereka,” jelasnya.
Ia membandingkan biaya proyek serupa di daerah lainnya. Di Jakarta, ia mengatakan sirkuit balap menghabiskan anggaran Rp4 triliun.
“Sirkuit Rp100 miliar itu tidak seberapa, di Jakarta Rp4 triliun. Ini soal kebutuhan yang sifatnya mendesak untuk menyalurkan adrenaline anak,” jelasnya.
Anggota komisi C DPRD Makassar, Andi Suharmika pun meminta kepada pemkot tak melupakan sarana dan prasarana olahraga yang telah ada sebelumnya.
“Wali Kota Makassar ini sedang mau mengembangkan sarana dan prasarana untuk para atlet di Kota Makassar. Itu suatu hal yang bagus untuk kita teruskan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyadari terbatasnya akses publik terhadap sarana dan fasilitas olahraga di kota ini. Untuk itu, dia berencana menghadirkan kawasan olah raga (KOR) tahun depan.
Danny mengatakan tidak akan membangun stadion, karena sudah ada rencana Pemprov Sulsel untuk membangun namun sejauh ini belum terealisasi. Ada juga satu stadion yang sudah dibangun pemprov di kawasan Barombong, itupun hingga saat ini belum rampung.
“Jadi setelah ngobrol dengan Erwin Rahmat, saya kira kita segera akan membangun KOR saja. Jangan membangun stadion. Karena stadion sudah banyak. Apalagi yang tidak jadi. Jadi tidak enak juga kalau kita memperbanyak stadion baru tidak jadi. Lebih baik kita bikin KOR,” tutur Danny.
Danny juga rencananya akan menghadirkan sirkuit yang bisa menjadi arena balapan motor bagi anak muda yang hobi balap. Untuk sirkuit, tahun inipun akan diusahakan. Karena sirkuit itu pembuatan jalannya bisa segera dilakukan. Rencananya, KOR dan sirkuit tersebut akan dibuat di kawasan Untia karena di sana ada lahan milik Pemkot Makassar yang cukup luas.
“Sirkuit itu untuk penyaluran minat anak-anak pada balapan motor. Ini juga menjadi bagian janji saya kemarin untuk membuat sirkuit. Sirkuit juga tahun inipun saya usahakan. Kita punya tanah di Untia. Makanya saya satu dua hari akan meninjau tanahnya. Sekaligus di samping situ saya bikin KOR,” tandas Danny.(nug)
