SEBUAH video hasil rekaman peristiwa penganiayaan terhadap korban oleh ibunya, beredar secara massif di sosial media. Dalam video yang direkam seseorang di rumah korban saat terjadi pencongkelan mata berkedok pengobatan kepada AP yang konon menurut ibunya diganggu oleh jin, terlihat seorang anggota TNI berpakaian loreng.
Banyak yang bertanya-tanya, ada apa personel TNI tersebut berada di lokasi. Kenapa ia tidak mengambil tindakan begitu melihat ada kejadian penganiayaan seperti itu.
Dari hasil konfirmasi BKM, anggota TNI tersebutlah yang menolong korban keluar dari rumah dan menyelamatkannya dari kekejaman orangtuanya. Praka F bahkan sempat dibentak oleh ibu korban yang memintanya untuk tidak ikut campur terhadap apa yang dilakukannya kepada anaknya itu.
Komandan Kodim 1409 Gowa Letkol Inf Prasetya Ari Wibowo didampingi Pasi Intel
Kapten Inf Rudi Sitaba, Senin (6/9) menjelaskan kehadiran anggota TNI di rumah korban saat peristiwa kekerasan berlangsung.
“Jadi kami harus menjelaskan detil tentang keberadaan anggota TNI di lokasi. Kami sudah konfirmasi kebenarannya bahwa video yang tersebar itu hanya sepotong sehingga menimbulkan penafsiran macam-macam. Kebenarannya adalah anggota TNI tersebut adalah anggota Kodam XIV/ Hasanuddin yang kebetulan hadir melayat di rumah korban. Kebetulan juga yang meninggal adalah kakak korban dan masih hubungan keluarga dengan anggota TNI tersebut. Justru anggota TNI inilah yang menolong korban,” terang Letkol Prasetya.
Kedatangan Praka F untuk melayat kakak korban yang ternyata juga meninggal akibat kekerasan orangtuanya. Namun Praka F ini tidak tahu menahu hal tersebut. Saat datang, Praka F malah melihat ada kegiatan orangtua korban dan keluarga lainnya yang tengah melakukan pengobatan alternatif.
Saat Praka F bertanya terkait aktivitas pengobatan yang dilakukan, orangtua korban menyebutkan jika anaknya sedang diganggu jin sehingga harus diobati.
Ternyata setelah lama mengamati proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh ibu korban, Praka F kaget setelah melihat ada darah di wajah korban dan korban menjerit kesakitan.
“Saat itulah Praka F melarang perbuatan itu dan menarik korban keluar. Saat itu anggota dilawan oleh ibu korban dan mengatakan tidak usah ikut campur. Karena melihat kondisi berbahaya ini, akhirnya Praka F membawa paksa korban keluar rumah. Ketika itu, Babinsa Gantarang Serda Murdani yang ada di halaman rumah duka lalu masuk setelah mendengar ada keributan. Ternyata anggota kami melihat Praka F membawa keluar anak itu dan melaporkan telah terjadi perbuatan kekerasan dan penganiayaan terhadap korban,” jelas dandim.
Kepala dusun setempat juga diberitahu terkait kejadian itu, lalu babinsa dan Praka F membawa korban ke Puskesmas lalu dibawa ke rumah sakit. ”Jadi ini yang benar. Kami sudah laporkan ke pimpinan atas,” imbuhnya.
Letkol Prasetya mengimbau masyarakat agar tidak memberikan klaim dan asumsi berdasarkan rekaman video yang sepotong-sepotong itu. (sar)
