Site icon Berita Kota Makassar

Mampu Mendeteksi Suhu dan Temperatur Ruangan

INOVASI kembali datang dari mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM). Lima orang yang tergabung dalam satu tim mengembangkan robot pembersih lantai masjid.

SMART Robot Ultraviolet Germicidal Irradiation Sebagai Pembersih Lantai Masjid Solusi Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) Berbasis Internet of Things. Ini salah satu judul yang berhasil lulus sebagai penerima hibah dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta (KC) tahun 2021, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek)
Ada lima mahasiswa UNM yang bergabung dan menghasilkan inovasi ini. Mereka adalah Adil Awal selaku ketua, serta Masriani, Fachrain Azis, Putri, dan Ririn Febriani sebagai anggota. Empat nama pertama merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Mekatronika Fakultas Teknik. Sementara Ririn berasal dari Prodi Pendidikan Biologi ICP. Mereka didampingi Muhammad Akil, dosen Fakultas Teknik UNM.
Awal dan Putri hadir dalam Podcast untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Senin (6/9). Mereka yang masing-masing mengenakan jas almamater, menjelaskan tentang inovasi yang mereka hasilkan.
Menurut Awal, ide pembuatan robot ini bermula ketika dirinya sedang melaksanakan salat pada sebuah masjid di tengah pandemi covid-19.
Ketika itu ada jemaah yang berada di sampingnya tetiba bersin namun tidak menggunakan masker. Di benaknya muncul kekhawatiran, jangan sampai droplet dari orang tersebut mengandung virus sehingga membahayakan orang lain.
Setelah salat, orang tersebut meninggalkan tempatnya. Tak lama berselang datang jemaah lain yang duduk persis di tempat orang yang bersin dan tidak memakai masker. ”Ini bahaya. Kalau misalnya orang itu mengeluarkan virus saat bersih, bisa saja langsung menulari orang lain,” terang Awal.

Dari pengalaman itulah, Awal kemudian berpikir untuk membuat sebuah inovasi yang dapat memudahkan petugas masjid dalam melakukan sterilisasi. Dia lalu mendiskusikan dan membahas ide tersebut kepada rekan setimnya.

Putri menjelaskan, tim kemudian mendiskusikan ide yang disampaikan Adil. Selanjutnya mereka menyusun proposal untuk diajukan ikut PKM. Setelah lolos, mereka langsung mengerjakan pembuatan inovasi tersebut.

Hal yang pertama dilakukan untuk membuat robot ini yakni mendesainnya dalam bentuk 3D, lalu melakukan analisis komponen apa yang akan digunakan.
“Setelah itu, kita anggarkan. Oh.. untuk komponen ini segini harganya,” jelas Putri.
Untuk keperluan alat, Adil menyebutkan bahwa mereka memperolehnya dari beberapa toko yang ada di Makassar dan juga membeli secara daring.

Mekanisme kerja dari robot ini menggunakan sistem jaringan. “Jadi kami menggunakan perangkat atau server yang akan mengontrol robot tersebut,” ujar Adil.
Untuk mengaktifkannya, cukup dengan menekan tombol power . Kemudian dikoneksikan dengan aplikasi yang juga dibuat oleh tim smartbot ini. “Dari situ kita bisa kontrol. Misalnya kita menekan on UV, maka lampunya akan menyala,” tandasnya.

Pada aplikasi tersebut juga akan tampil suhu dan temperatur lantai yang membaca keadaan ruangan.

Ketika diaktifkan, maka robot akan memberi peringatan suara agar tidak ada yang mendekatinya.

Proses pembuatan robot ini sekitar satu bulan. “Di tim kami itu ada orang yang memang ahli di bidang coding, ahli dalam elektronikanya, mekanikanya. Jadi, ini sudah menjadi satu kesatuan yang kami bentuk sehingga tidak cukup lama untuk membuat inovasi ini,” jelas Putri.

Ditanya soal kendala yang dihadapi selama pengerjaan robot ini, Putri mengaku tidak terlalu banyak. Hanya pada bagian pendanaan yang membuat mereka harus menunggu beberapa lama. Termasuk kesibukan pribadi masing-masing anggota yang mempunyai kegiatan lain.

Beruntung, respon dari pihak fakultas dan universitas melihat inovasi ini cukup baik. “Ini kan sebuah inovasi yang kekinian. Inovasi yang sesuai dengan permasalahan sekarang. Jadi, banyak respons baik terkait inovasi kami dan fakuktas juga sangat mendukung,” tutur Putri.

Robot inovasi tim Awal dan kawan-kawan telah melalui proses uji coba di masjid yang menjadi target praktik. Saat itu dilakukan pula pengambilan video saat robot membersihkan masjid.
”Videonya kemudian kami edit. Kemudian dikirim ke beberapa platform. Sempat ada yang menanyakan terkait bagaimana anggarannya, prinsip kerja dari alat ini. Nah, dari sinilah kemudian kami bisa menjelaskan apa-apa yang mereka butuhkan. Bisa menghubungi kami secara langsung karena sudah tahu kalau ternyata alat ini bisa membantu mereka untuk membersihkan masjid,” terang Putri lagi. (pkl)

Exit mobile version