Site icon Berita Kota Makassar

Pasien Covid di Sulsel Melandai

MAKASSAR, BKM –Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir data terbaru penyebaran covid-19 di Indonesia. Khusus di Sulsel, penyebaran covid-19 mulai menurun atau melandai dibandingkan dengan wilayah di pulau Jawa,

Provinsi dengan angka penambahan pasien terkonfirmasi terbanyak yakni, Jawa Tengah 625 pasien.Diikuti Jawa Timur 448 pasien, Sumatra Utara 393 pasien, Jawa Tengah 355 pasien, dan DKI Jakarta 303 pasien.
Sementara Sulawesi Selatan di angka 141 pasien. Angka itu turun dari sehari sebelumnya di angka 248 pasien sejak Minggu (5/9) lalu.
Dengan penambahan 141 pasien di Sulsel membuat angka komulatif penambahan pasien terkonfirmasi tembus 105.831 orang.
Sementara untuk pasien sembuh naik 379 pasien. Angka tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya di angka 549 pasien.

Dengan penambahan 379 pasien sembuh di Sulsel membuat angka komulatif penambahan pasien sembuh tembus 99.818 pasien. Untuk pasien positif yang meninggal tambah 22 pasien, di angka 2.091 pasien.
Terkait pasien positif yang meninggal mengalami peningkatan cukup signifikan di 2021 ini. Data yang dihimpun, selama 2021 atau hingga (5/9) ada 1.497 pasien yang meninggal.

Angka itu hampir 3 kali lipat dari jumlah pasien positif yang meninggal selama 2020 di angka 594 pasien. Penambahan pasien positif meninggal perbulan mengalami grafiknya seperti gelombang.
Pada awal tahun atau Januari 2021, penambahan kasus meninggal di angka 146 kasus.
Kemudian penambahan kasus meninggal menurun pada Februari, Maret April dan Mei. Dengan penambahan masing-masing, 100 pasien, 70 pasien, 25 pasien dan 11 pasien.
Namun pada Juni mengalami peningkatan. Penambahan kasus positif yang meninggal naik 40 kasus. Grafik peningkatan menajam di Juli sekitar 352 pasien meninggal.

Dan puncaknya di Agustus, penambahan pasien positif meninggal di angka 680 pasien.
Pakar Epidemologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Prof Ridwan Amiruddin, menilai, peningkatan penambahan kasus pasien positif meninggal pada Agustus didasarkan beberapa hal.
“Pertama efek akumulasi dari peningkatan kasus yang ekstrim di akhir Juli hingga 1.300-an,” ujar Prof Ridwan, saat dikonfirmasi, kemarin.
“Kemudian isoman (isolasi mandiri) yang tinggi dengan varian baru delta sekira 93 persen. Untuk September kasus sudah cenderung menurun,” jelasnya.(jun)

Exit mobile version